Anies Baswedan Buka-bukaan Ungkap Pihak Penyumbang Terbesar Tingginya Kasus Covid-19 di DKI Jakarta

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap penyumbang terbesar tingginya kasus covid--19 di DKI jakarta.


Anies Baswedan menyebut, perusahaan non esensial dan non kritikal yang tetap meminta karyawannya work from office (WFO) adalah penyumbang penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Padahal, selama PPKM darurat 3-20 Juli, para pekerja di sektor non esensial dan non kritikal diminta bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Namun, ketentuan soal PPKM darurat ini tidak dipatuhi.

"Saya minta kepada non esensial dan kritikal kalau anda tetap menugaskan karyawannya bekerja, maka anda termasuk penyumbang penambahan kasus Covid di Jakarta," kata Anies, Kamis (15/7/2021) dilansir TribunJakarta.com di artikel berjudul Gubernur Anies: Perusahan Non Esensial dan Kritikal Penyumbang Kasus Covid-19.

Anies juga menyinggung para pemimpin perusahaan yang memilih bekerja dari rumah, tetapi tetap meminta karyawannya datang ke kantor.

"Jangan sampai karyawan yang sesungguhnya bisa bekerja dari rumah, tetapi kebijakan perusahaan mengharuskan mereka bekerja di kantor, sehingga terjadilah mobilitas yang tetap tinggi, terjadilah potensi penularan," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan, memaksa karyawan untuk bekerja dari kantor merupakan perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

"Itu adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, tidak bermoral," kata Anies.

"Dalam situasi seperti sekarang tunjukan bahwa kita menjunjung tinggi keselamatan sesama manusia, apalagi itu karyawannya," tambahnya.

Untuk diketahui, per Kamis kemarin, tercatat penambahan 12.691 kasus baru di Ibu Kota.

Sebanyak 13 persen di antaranya merupakan anak-anak.

Rinciannya, 1.481 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 412 kasus anak usia 0-5 tahun.

Sedangkan 9.609 kasus adalah usia 19-59 tahun dan 1.189 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

Dengan penambahan kasus itu, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 714.601 kasus.

Pasien sembuh bertambah 3.026 orang dibandingkan kemarin.

Dengan demikian, total pasien sembuh di Jakarta kini 595.582 orang.

Kemudian kasus aktif bertambah 9.525 pasien menjadi 109.276 pasien.

Korban meninggal dunia juga meningkat. Tercatat dalam 24 jam terakhir ada 140 pasien meninggal akibat Covid-19.

Total korban jiwa akibat Covid-19 di Jakarta kini 9.743 orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (17/7/2021).

Dalam kunjungannya Anies tidak hanya mengecek pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas yang sudah berjalan sejak 24 Juni 2021 lalu dengan melibatkan tim vaksinator Puskesmas.

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan dalam kunjungan tersebut Anies meminta agar vaksinasi massal ditingkatkan guna mencapai target herd immunity atau kekebalan komunal Covid-19.

"Pesan bapak Gubernur agar Lurah, RW, RT, Kader Dasawisma dan LMK meningkatkan dalam mengajak warganya vaksinasi sebagai satu upaya menimilasir penyebaran Covid-19," kata Rikia saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (18/7/2021) dilansir dari TribunJakarta.com di artikel berjudul Gubernur Anies Minta Lurah Hingga RT Ajak Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19.

Tujuannya guna mencapai herd immunity atau kekebalan komunal Covid-19 yang ditetapkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta tercapai pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas pun menambah kuota peserta vaksinasi di GOR Ciracas khusus pada tanggal 17-18 Juli 2021, dari yang sebelumnya 1.000 peserta per hari menjadi 5.000.

"Adapun untuk jumlah warga yang hadir mengikuti vaksinasi massal Covid-19 di GOR Ciracas pada 17 Juli 2021 sebanyak 4.000 orang, tervaksin 3.015 dan yang tidak bisa divaksin sebanyak 986 orang," ujarnya.

Rikia menuturkan penambahan kuota peserta vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas pihaknya mendapat bantuan tim vaksinator dari tenaga kesehatan Puskes TNI dan Pusdokkes Polri.

Warga yang hendak mengikuti vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas cukup datang membawa fotokopi KTP dan menunggu giliran antre, atau mendaftarkan diri secara online lewat aplikasi JAKI.

"Diharapkan dari digelarnya sentra vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas dapat menekan kasus Covid-19 di Jakarta Timur, khususnya di Kelurahan Ciracas yang termasuk wilayah padat penduduk," tuturnya.(*)

sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/07/18/anies-baswedan-buka-bukaan-ungkap-pihak-penyumbang-terbesar-tingginya-kasus-covid-19-di-dki-jakarta?page=3

Post a Comment

0 Comments