50 Persen ASN Kota Mataram Bekerja dari Rumah

MATARAM-Pemkot Mataram mulai memberlakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi 50 persen Aparatus Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini berlaku hingga 20 Juli mendatang.


“Ya, ini sudah mulai diberlakukan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin.

Dikatakan, setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya boleh dihadiri maksimal 50 persen dari jumlah pegawai atau ASN. Para pegawai yang diprioritaskan kerja dari rumah, yakni yang usianya 50 tahun ke atas, sedang hamil, dan menyusui. “Kalau kita yang pejabat eselon II tetap masuk,” terang dia.

Dikatakan, kebijakan ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, penularan Covid-19 di lingkungan kantor Pemkot Mataram juga masih terjadi.

Dia menuturkan, berbagai upaya juga dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam PPKM Darurat. Tak hanya kantor pemerintah yang dibatasi jumlah pegawainya, namun para pelaku usaha nonesensial juga ditutup.

Mereka tidak boleh buka selama PPKM Darurat. Toko baju, sepatu, dan tas tidak boleh buka untuk sementara waktu. “Pokoknya toko yang terkategori nonesensial ditutup,” jelas dia.

Memang, kata dia, sejauh ini ada beberapa pelaku usaha nonesensial yang masih nekad membuka usahanya. Ini menjadi catatan bagi tim Satgas Covid-19 Kota Mataram untuk terus melakukan pemantauan.

“Di surat edaran Mendagri pelaku usaha nonesensial kriterianya tidak jelas diatur. Apakah ditutup total atau bagaimana,” kata Nyoman.

Sementara untuk usaha makanan, tidak boleh menyiapkan makan di tempat. Melainkan harus melayani take away. “Saya rasa pelaku usaha sudah kooperatif,” tukas dia.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Ramadhani mengaku sudah menyebarkan surat edaran kepada pelaku usaha nonesensial agar tutup hingga 20 Juli mendatang. “Saya rasa, tanpa surat ini sudah ada pemberitahuan dari WhatsApp Grup (WAG),” kata Dani.

Dia akan terus memantau kondisi di lapangan. Karena masih ada beberapa pelaku usaha nonesensial melanggar aturan ini. “Intinya masyarakat tahan belanja dulu lah untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting,” kata dia menyarankan. (jay/r3)

sumber : https://lombokpost.jawapos.com/metropolis/16/07/2021/50-persen-asn-kota-mataram-bekerja-dari-rumah/

Post a Comment

0 Comments