Tenaga Kesehatan Kelelahan, RS Lapangan Surabaya Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

SURABAYA, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif Covid-19 yang terus bertambah berdampak pada tenaga kesehatan yang merawat pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Jawa Timur.


Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, saat ini RSLI Surabaya sudah mencapai titik puncak kemampuan merawat pasien.

Dengan kapasitas 410 bed yang ada saat ini, tingkat hunian atau keterisian tempat tidur mencapai kisaran 350 lebih pasien.

Sementara, jumlah pasien dalam antrean juga semakin banyak, yakni mencapai 200 orang.

"Yang jadi perhatian kami adalah kelelahan kawan-kawan nakes. Kami harus pahami bersama bahwa begitu nakes kelelahan, imunnya turun dan akan mudah terinfeksi," kata Nalendra, saat dikonfirmasi, Senin (28/6/2021).

Ia menuturkan, kapasitas bed occupancy rate (BOR) di RSLI sedianya mencapai 410 tempat tidur.

Namun, dengan jumlah pasien yang terus bertambah, sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, RSLI akan menambah jumlah sekitar 90 tempat tidur sehingga bisa mencapai 500 tempat tidur.

"Hari ini, 50 bed yang dipinjamkan ke Bangkalan sudah dikembalikan dan akan dimasukkan ke lantai 2 gedung museum kesehatan untuk penambahan kapasitas RSLI. Sisanya, menggenapi 500 akan diupayakan segera," ujar Nalendra.

Dengan kondisi fasilitas kesehatan yang mulai dipenuhi pasien, Nalendra memberi opsi kepada warga yang terpapar Covid-19 dan memiliki gejala ringan agar melakukan isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, ia juga menganjurkan secara berkala untuk melaporkan kondisi kesehatanya ke puskesmas terdekat.

"Nanti, akan dibantu untuk menjalani isolasi mandiri, selain bisa pula mendapatkan informasi tentang panduan isolasi mandiri di situs Covid-19 Jatim dari pemerintah," kata Nalendra.

Nalendra menambahkan, saat ini, jumlah pasien terus bertambah dan keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan penuh.

"Rumah sakit sudah banyak yang penuh, intensitas serta paparan Covid-19-nya semakin banyak dan sangat berpotensi menular," kata dia.

Di sisi lain, tenaga kesehatan juga banyak yang terpapar dan mulai lelah serta kewalahan karena setiap hari harus melayani penderita Covid-19 di Jatim.

"Jaga selalu kesehatan masing-masing, bantu kami mengurangi beban rumah sakit beserta nakes dan relawannya. Sehingga, tetap dapat memberikan layanan bagi yang lebih membutuhkan," imbuh Nalendra.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih taat dan ketat dalam menjalankan prokes.

Selain itu, ia meminta warga untuk berupaya menjaga dan juga meningkatkan imunitas dengan cara makan makanan bergizi.

Kemudian, makanan yang mengandung protein, mengonsumsi vitamin dan buah-buahan, serta menjaga kebugaran tubuh dan pikiran agar rileks dan tak mudah lelah.

"Kalau capek, segera istirahat. Mulai sekarang harus sudah mulai menjalankan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasaan baru (new normal)," tutur dia.

Seperti diketahui, jumlah pasien yang dirawat di RSLI total berjumlah 358 orang hingga Senin (28/6/2021) sore ini.

Dari jumlah pasien mencapai 358 orang itu, 62 di antaranya pekerja migran Indonesia (PMI), 21 asal Madura, 277 pasien mandiri.

Kendati begitu, masih ada sejumlah pasien inden atau dalam antrean masuk sekitar 213 orang.

Hingga Minggu (27/6/2021), angka kasus kumulatif Covid-19 di Jawa Timur, tercatat ada 169.684 warga yang dinyatakan positif.

Sebanyak 150.137 di antaranya sembuh, sementara 12.534 orang meninggal dunia.

Sedangkan kasus aktif di Jawa Timur mencapai 7.013 kasus.

sumber : https://regional.kompas.com/read/2021/06/28/163908778/tenaga-kesehatan-kelelahan-rs-lapangan-surabaya-mulai-kewalahan-tangani?page=all

Post a Comment

0 Comments