Seorang Difabel Suntik Vaksin Astrazeneca, Optimis Sehat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir setiap lapisan masyarakat. Termasuk Monik Gunawan, seorang difabel.


Dulu, sebelum pandemi, meski memiliki keterbatasan karena tidak dapat berjalan, Monik tetap produktif. Ia bekerja sebagai freelance.

Perempuan berusia 49 tahun ini juga berjualan cemilan di supermarket atau pusat perbelanjaan. Kadangkala, ia ambil job nyanyi di tempat karaoke.

Semenjak pandemi, semua kegiatannya sempat terhenti. Namun, pada tahun kedua pandemi Covid-19, semua mulai menerima dan menyesuaikan kebiasaan new normal.

"Bedanya dengan dulu, awal pandemi covid berdampak banget. Kalau sekarang masyarakat sudah mulai menerima. Mulai bangkit lagi, semangat lagi untuk kesembuhan," ungkapnya saat diwawancarai Tribunnews, Selasa (1/6/2021).

Oleh karena itu saat ada anggota Komunitas Indonesia melawan Libas Covid-19 (KILLCOVID) mengajaknya untuk melakukan vaksin pada hari ini, ia pun mengiyakan.

Bertepatan hari lahir Pancasila, KILLCOVID menggagas Program Vaksinasi 5.000 warga pra-lansia dari beragam golongan dan kelompok sesuai nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Saat mengikuti program vaksin ini, niatnya cuma satu yaitu tetap sehat dan terhindar dari infeksi Covid-19. Persiapannya mudah, hanya butuh Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta tekad.

Sebelum divaksin Monik di scanning terlebih dahulu. Setelahnya ia diberi edukasi terkait vaksin.

Ia mengaku sempat khawatir terkait informasi yang beredar di media sosial. Namun kekhwatiran tersebut ditepis melihat teman-temannya yang juga melakukan vaksin.

"Kebetulan saya baru pertama kali. Ada ketakutan tapi dalam tiga bulan saya denger vaksin udah mulai luas, interaksi, sebagian temen saya sudah divaksin bangga dan sehat," katanya lagi.

sumber : https://www.tribunnews.com/metropolitan/2021/06/01/seorang-difabel-suntik-vaksin-astrazeneca-optimis-sehat

Post a Comment

0 Comments