Saham furnitur mayoritas tertekan, Integra Indocabinet (WOOD) paling menarik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten furnitur mencetak penurunan harga saham di bursa sejak awal tahun. Hanya PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) yang masih mampu mencatatkan kenaikan harga saham.


Menurut catatan Kontan.co.id, penurunan harga paling dalam dirasakan oleh PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) hingga 80% year to date (ytd) menjadi Rp 114 per saham per penutupan perdagangan Jumat (11/6).

Setelahnya ada saham PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) dan PT Chitose Internasional Tbk (CINT) yang melorot masing-masing 15% ytd dan 13,89% ytd. Adapun harga saham SOFA berada di Rp 93 per saham dan CINT menjadi Rp 204 per saham

Sementara itu, GEMA masih mampu meningkat 7,51% ytd menjadi Rp 372 per saham. Adapun kenaikan paling signifikan dirasakan oleh WOOD yakni 34,82% ytd menjadi Rp 755 per saham.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mencermati, kinerja WOOD yang cukup baik sejauh ini menjadi katalis positif bagi pergerakan harga sahamnya. Adapun porsi ekspor WOOD yang cukup besar ke Amerika Serikat (AS) menjadi penopang, apalagi dengan adanya sentimen perang dagang yang memberi dampak positif bagi WOOD.

Asal tahu saja, mengutip catatan Kontan.co.id sebelumnya, manajemen WOOD sempat memaparkan penjualan dari Januari hingga April 2021 tumbuh hingga 84,9% year on year (yoy) menjadi Rp 1,25 triliun. Adapun penjualan yang baik itu tertopang permintaan dari pasar AS dan mulai pulihnya permintaan domestik. Adapun sepanjang tahun 2020 ini WOOD optimistis akan mencetak pertumbuhan penjualan hingga 25%.

Chris pun berpendapat, WOOD memiliki prospek kinerja yang cerah ke depan. Apalagi dengan adanya efek work from home (WFH) mendorong masyarakat cenderung mempercantik area kerja di rumah. "Penjualan furnitur masih akan meningkat dan akan memberikan efek baik ke WOOD," ujar dia kepada Kontan.co.id, Jumat (13/6).

Dengan kinerja yang diproyeksi meningkat, harga saham WOOD menjadi lebih menarik. Apalagi dibanding emiten furnitur yang lain, ukuran perusahaan WOOD cenderung lebih besar. Ia pun mencermati harga saham WOOD sedang berada pada fase konsolidasi, sehingga investor bisa buy on support WOOD di area Rp 700 hingga Rp 730 dengan target harga Rp 950 per saham.

Sementara secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan, saat ini WOOD tengah rawan koreksi, paling tidak untuk menguji support terdekatnya di Rp 745. Ia menyarankan investor untuk mencermati level support ini, apabila tertembus maka selanjutnya WOOD berpeluang ke area Rp 700.

"Hal ini terlihat dari indikator-indikator yang ada, seperti MACD dan Stochastic yang menunjukkan tanda-tanda koreksi meskipun minor," ujar Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (11/6).

Dibanding saham furnitur yang lain, Herditya cenderung memilih saham WOOD selama tidak menembus level-level support. Dia melihat WOOD masih ada kecenderungan menguat menguji Rp 785 per saham hingga Rp 800 per saham.

Sementara untuk saham furnitur yang melorot paling dalam seperti CBMF. Secara teknikal, dilihat dari indikatornya, saham CBMF masih ada kecenderungan penurunan di level Rp 97 per saham hingga Rp 100 per saham terlebih dahulu.

sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/saham-furnitur-mayoritas-tertekan-integra-indocabinet-wood-paling-menarik?page=2

Post a Comment

0 Comments