Gerakan Penghijauan yang Bermanfaat untuk Diri Sendiri serta Lingkungan Sekitar

Abstrak


Penghijauan adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara menanam tanaman untuk mengatasi berbagai macam polusi. Polusi yang sering didengar oleh masyarakat, yaitu polusi udara, air, dan tanah. Ada berbagai macam penyebab dari polusi-polusi rersebut. Di Kota Malang sendiri, sekarang banyak sekali kendaraan bermotor yang menyebabkan munculnya polusi udara. Oleh karena itu, pemerintah Kota Malang mengajak warganya untuk melakukan penghijauan di lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakat Kota Malang. Penghijauan dapat dilakukan dengan menanam berbagai tanaman, seperti tanaman pokcoy, sawi, jahe, dan pohon sirih. Tanaman-tanaman tersebut tidak hanya untuk mencegah polusi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Pendahuluan

Kota Malang terpilih menjadi kota hijau se-Asia Tenggara. Ini berarti penghijauan yang sudah dilakukan oleh Kota Malang sudah sangat baik. Penghijauan di Kota Malang sudah terjadi sejak lama. Pada saat ini, dimulai dari tahun 2020 Indonesia terkena dampak dari Covid-19. Tidak hanya Indonesia melainkan seluruh dunia. Kota Malang pun terkena dampak dari Covid-19 tersebut.

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan. Dampak yang paling terlihat dari munculnya Covid-19 adalah pembatasan sosial. Pembatasan sosial ini dilakukan untuk meminimalisir tertularnya Covid-19. Pemerintah menetapkan peraturan, yaitu WFH (Work From Home) yang berarti bekerja dari rumah, tidak hanya bekerja bahkan sekolah pun dari rumah. Tentu saja hal ini menimbulkan kebiasaan baru bagi kebanyakan masyarakat. WFH ini menyebabkan masyarakat hanya melakukan kegiatan di rumah saja atau di lingkungan sekitar rumah.

Warga Blimbing terkena dampak dari Covid-19. Banyak dari warga Blimbing yang mematuhi peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan salah satu perkampungan di Kelurahan Blimbing menutup portal gang depan agar meminimalisir masuknya kendaraan yang lewat serta masuknya orang tidak dikenal ke dalam kampung. Dengan ditutupnya portal tersebut membuat warga perkampungan Blimbing merasa lingkungannya menjadi aman dan sepi.

Warga Blimbing yang terkena dampak dari Covid-19 memiliki ide, yaitu melakukan penghijauan kampung. Hal ini dilakukan untuk menggantikan kegiatan yang biasa dilakukan di tempat kerja atau sekolah, agar tubuh tetap produktif. Tidak hanya itu, penghijauan yang dilakukan juga memberi dampak yang baik bagi lingkungan. Dampak yang paling terlihat adalah mengurangi polusi udara, air, tanah, serta mencegah banjir. Penghijauan ini merupakan hal biasa yang dilakukan oleh warga Kota Malang. Dimana Kota Malang sendiri tekenal dengan kehijauan kotanya, bahkan sampai ke Asia Tenggara.

Metode

Metode yang digunakan pada artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah sebuah metode yang dilakukan dengan cara menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan tentang masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Pada artikel ini, metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan melakukan pengamatan di salah satu perkampungan di Kelurahan Blimbing.

Hasil dan Pembahasan

Pengamatan yang dilakukan pada perkampung di Kelurahan Blimbing serta ikut serta dalam kegiatan penghijauan yang dilakukan memberikan hasil jika penghijauan yang dilakukan oleh warga setempat adalah kegiatan rutin setiap hari Minggu. Pada hari Minggu, warga setempat akan melakukan kerja bakti serta penghijauan. Daerah perkampungan akan dibersihkan terlebih dahulu kemudian tanaman-tanaman yang ada akan disirami dan disinari. Selain itu, rumput yang tumbuh juga akan dipangkas agar perkampungan terlihat lebih rapih dan asri. Daun-daun yang berjatuhan juga dibersihkan agar terlihat lebih bersih.

Setelah munculnya Covid-19, warga perkampungan di Kelurahan Blimbing melakukan kegiatan untuk menggantikan kegiatan sehari-hari yang biasanya, yaitu dengan melakukan penghijauan kampung.

Walaupun kegiatan penghijauan tersebut memang sudah lama dilakukan di perkampungan tersebut. Dengan adanya kegitan ini, diharapkan warga setempat tetap melakukan hal-hal yang produktif. Selain itu, manfaat dari penghijauan ini juga banyak, yaitu mengurangi polusi yang ada serta menanggulangi banjir. Tanaman yang ditanam juga yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Tanaman-tanaman yang digunakan untuk penghijauan di Perkampungan Blimbing, antara lain tamamam pokcoy, sawi, jahe, pohon sirih, dan sebagainya. Tanaman ini juga memberi manfaat selain penghijauan, yaitu dapat dipanen atau digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti untuk makanan ataupun obat-obatan.

Dampak positif dari kegiatan penghijauan, antara lain mengeratkan hubungan silahturahmi antar tetangga. Meskipun sedang terjadi Covid-19 yang menyebabkan munculnya kebijakan baru, yaitu pembatasan sosial. Dengan adanya penghijauan ini, warga setempat dapat berkomunikasi walaupun hanya sebentar dan tidak secara langsung dan terus-menerus. Ini dapat mengurangi kebosanan yang diakibatkan oleh Covid-19.

Kesimpulan

Banyak sekali dampak positif yang didapatkan oleh warga perkampungan Kelurahan Blimbing dari melakukan penghijauan. Masyarakat dapat tetap berkomunikasi dan lingkungan menjadi asri. Kebosanan yang diakibatkan oleh pembatasan sosial juga dapat diatasi oleh kegiatan pengihijauan ini. Oleh karena itu, penghijauan yang dilakukan banyak sekali memberi dampak positif bagi masyarakat.

sumber : https://www.kompasiana.com/nblabila/60b95f08d541df2ea6431072/gerakan-penghijauan-yang-bermanfaat-untuk-diri-sendiri-serta-lingkungan-sekitar?page=2

Post a Comment

0 Comments