Tantangan Makin Berat, SDM Penerbangan Harus Mampu Kuasai Teknologi

 

Dua pilot wanita sebelum terbang menggunakan pesawat GA 312 rute Jakarta – Surabaya, di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/4/2021). Garuda Indonesia mengadakan penerbangan khusus "Kartini Flight” melalui kehadiran pilot, awak kabin hingga release-woman yang semuanya perempuan. (Liputan6.com/Pool/G

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), M. Yugihartiman, berharap SDM penerbangan mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya. Hal ini karena tantangan dunia penerbangan berkaitan erat dengan teknologi.

Menurut Yugihartiman, transportasi udara merupakan sebuah moda transportasi yang sarat dengan teknologi, dalam hal ini teknologi mutakhir.

“Tantangan dunia penerbangan yang melekat erat dengan teknologi ini menuntut sebuah lingkungan kegiatan yang taat azas, keteraturan dalam tata laksana kerja yang sangat detil, dan menuntut disiplin yang tinggi tanpa toleransi”, jelas Yugihartiman dikutip dari keterangannya pada Rabu (12/5/2021).

Untuk itu, Yugihartiman berharap SDM penerbangan mampu menguasai teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi.

Hal ini disampaikannya dalam acara pelantikan 16 lulusan Penerbang Angkatan ke-69 di kampus Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug pada Selasa (11/5/2021).

“Untuk menghadapi persaingan pada era industry 4.0, para wisudawan harus memiliki hard competency meliputi penguasaan Ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya, serta soft competency yang meliputi Interpersonal skills dan Intrapersonal skills”, ungkap Yugihartiman.

SDM Transportasi Prima

Dua pilot wanita melakukan briefing sebelum terbang menggunakan pesawat GA 312 rute Jakarta – Surabaya, di Bandara Soekarno - Hatta, Rabu (21/4/2021). Garuda Indonesia mengadakan penerbangan khusus "Kartini Flight” (
Liputan6.com/Pool/GIA)

Yugihartiman juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan melalui BPSDMP berkomitmen untuk menghasilkan SDM transportasi prima, profesional dan beretika agar memiliki daya saing di era revolusi industry 4.0 dan era society 5.0.

“BPSDMP berkomitmen untuk terus menumbuhkan dan mengembangkan daya inovasi, kreativitas dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi, serta memiliki fokus dan semangat dalam mencapai target agar memberikan layanan yang profesional, efisien dan tepat guna”, jelas Yugihartiman.

Para wisudawan yang dilantik telah menyelesaikan pendidikannya baik teori, ground school, praktek simulator serta praktek terbang yang terdiri dari empat fase, yaitu fase pre solo, lalu Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL) dan Instrument Rating (IR), dan fase keempat yakni Multi Engine.

Dalam laporannya, Direktur PPI Curug, Asri Santosa, menyebutkan rincian dari 16 wisudawan Program Non Diploma Penerbang Angkatan ke-69, yaitu 13 orang lulus CPL, IR dan ME dap 3 orang lulus CPL dan IR.

“Taruna program Non Diploma Penerbang Angkatan ke-69 yang dinyatakan lulus sebanyak 16 (enam belas) taruna dengan nilai tertinggi 85,75 dan nilai terendah 82,11”, jelas Asri.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4556425/tantangan-makin-berat-sdm-penerbangan-harus-mampu-kuasai-teknologi


Post a Comment

0 Comments