Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin Launching E-Resep, Tekan Risiko Kesalahan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Manajemen RSUD Dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meluncurkan aplikasi E-Resep, Selasa (4/5/2021).


Pihak rumah sakit pun punya nama khusus untuk E resep ini, yakni MAS ASEP yang merupakan singkatan dari Muhammad Ansari Saleh Apotek System Electronic Prescribing.

Direktur Utama RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Dr dr Izaak Zoelkarnain Akbar, SpOT, FICS, mengatakan, pengelolaan rumah sakit yang baik dalam pelayanan publik, adalah transparan, akuntabel dan berkualitas.

Sehingga, aplikasi MAS ASEP ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan publik.

"Adanya aplikasi MAS ASEP ini juga merupakan gerakan perubahan dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru. Dulu, dokter terbiasa menulis resep di kertas, sekarang kami bikin input resep itu secara digital," ujarnya.

Menurutnya, tidak dipungkiri selama ini tulisan dokter perihal resep kadang membingungkan para apoteker.

Karena itu, diupayakan agar terhindar kesalahan peresepan obat dan dosis, di sisi lain sekaligus pula meningkatkan koordinasi antara dokter dan apoteker.

Ditambahkan Izaak, dengan adanya aplikasi MAS ASEP ini, konsumen yang akan mengambil obat di apotek tak perlu menunggu lama dan berkerumun.

"Terlebih di tengah pandemi ini, dengan adanya MAS ASEP, diharapkan dapat meminimalisasi antrean, juga kerumunan, pada saat mendapatkan pelayanan," tambahnya.

Sebelumnya, upaya penggunaan aplikasi MAS ASEP di lingkungan rumah sakit sudah dipersiapkan sejak 2020.

"Kami memberikan sosialisasi pada para dokter untuk mengubah kebiasaan menulis di kertas sekarang ke elektronik," beber Izaak.

Langkah selanjutnya adalah dengan melengkapi semua poliklinik rumah sakit dengan soft and hardware MAS ASEP.

"Hasil uji coba yang dilakukan sejak 2020s, kami menerima hasil yang positif sehingga bisa dilaunching hari ini," tambahnya.

Berikut benefit dari penggunaan aplikasi MAS ASEP dalam pelayanan pada masyarakat:
1. Meningkatkan komunikasi antara dokter dan apoteker

2. Menghindari kesalahan penulisan resep dari dokter.

3. Menekan kesalahan seminimal mungkin dengan mengutamakan keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan.

4. Meningkatkan akurasi dan dosis obat

5. Mengurangi waktu tunggu pengambilan obat

6. Memudahkan pencatatan administrasi

7. Menguranhi penggunaan kertas

8. Bisa dipakai sebagai pendeteksi kesalahan reaksi obat pada pasien.

9.Memantau resep sesuai formularium, generik dan indikasi

(Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

sumber : https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/05/04/rumah-sakit-ansari-saleh-banjarmasin-launching-e-resep-tekan-risiko-kesalahan?page=2

Post a Comment

0 Comments