Pegawainya WFH, Google Hemat Lebih dari Rp 14,5 Triliun

NEW YORK, KOMPAS.com - Pelonggaran pembatasan sosial yang terjadi di beberapa wilayah di dunia meningkatkan permintaan atas hotel dan layanan jasa pelayanan lain secara online. Hal itu tentu sangat menguntungkan bagi bisnis iklan yang dimiliki Google.


Di sisi lain, karyawan Google masih bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan tidak melakukan perjalanan dinas. Tentu saja hal tersebut menguntungkan bagi perusahaan.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (3/5/2021), pada kuartal I tahun ini, induk perusahaan Google, Alphabet Inc telah menghemat anggaran senilai 268 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,88 triliun (kurs Rp 14.500) yang berasal dari promosi perusahaan, anggaran perjalanan, serta hiburan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Sebagian besar karena dampak dari Covid-19," tulis laporan kleuangan perusahaan.

Secara tahunan, penghematan anggaran tersebut bisa mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,50 triliun.

Dalam laporan keuangan Alphabet mencatat, anggaran untuk iklan dan kegiatan promosi lainnya merosot hingga 1,4 miliar dollar AS pada tahun 2020 lalu. Sebab, perusahaan mengurangi belanja atau menunda kegiatan kampanye serta mengubah beberapa kegiatan mendengan format digital atau online akibat pandemi. Kegiatan perjalanan dan hiburan oun merosot 371 juta dollar AS pada tahun 2020 lalu.

Penghematan tersebut mengimbangi banyak biaya yang muncul lantaran di tahun yanag sama, Google juga mempekerjakan ribuan pekerja baru.

Kehati-hatian yang diperlukan lantaran pandemi menyebabkan perusahaan mungkin untuk mengurangi biaya pemasaran dan administasi secara efektif pada kuartal I tahun ini. Meski di sisi lain, pendapatan perusahaan pun meningkat hingga 34 persen.

Untuk diketahui, Google merupakan salah satu perusahaan yang dianggap memberikan beragam kemewahan seperti kursi pijat, makanan katering, hingga liburan bagi para karyawannya. Hal tersebut juga turut berpengaruh terhadap kultur bekerja di Silicon Valley.

Namun, akibat pandemi, kebanyakan karyawan Google pun harus bekerja dari rumah dan tidak menggunakan kemewahan kantor tersebut sejak Maret 2020.

Rencananya, pegawai Google akan kembali bekerja di kantor pada akhir tahun ini. Pihak perusahaan mengatakan, Google berencana untuk mengembangkan model bekerja hybrid, yakni jumlah karyawan yang berada di kantor akan lebih sedikit bila dibandingkan sebelum-sebelumnya.

sumber : https://money.kompas.com/read/2021/05/03/203200626/pegawainya-wfh-google-hemat-lebih-dari-rp-14-5-triliun

Post a Comment

0 Comments