Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi 4.0 Berbasis Teknologi Informasi


Perkembangan teknologi yang semakin berkembang sudah tidak bisa dibendung lagi karena dengan adanya kecerdasan buatan menimbulkan inovasi-inovasi dalam menciptakan suatu produk sehingga menjadikan pekerjaan tersebut menjadi efisien dan efektif (Naser dkk, 2020). Revolusi Industri 4.0 pertama kali dikenal di Jerman pada 2011. Pada Industri 4.0 ditandai dengan integrasi yang kuat terjadi antara dunia digital dengan produksi industri. Revolusi industri 4.0 merupakan era digital ketika semua mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi ini membawa dampak perubahan besar di masyarakat (Syamsuar & Reflianto, 2019).

Munculnya revolusi industri 4.0, menuntut semua pemangku kepentingan pada dunia industri harus melakukan transformasi digitalisasi, sehingga sistem dan pola kerja yang lebih praktis, efisien dan efektif, agar mendapatkan hasil yang optimal. Revolusi industri 4.0 memberikan peluang bagi industri-industri seperti pada sektor konstruski untuk selalu terus melakukan inovasi, baik inovasi produk, alat maupun cara dan metode (Rochman dkk, 2021).

Namun, penerapan K3 pada revolusi industri 4.0 masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi. Perubahan tersebut menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dan memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT.

Industri 4.0 merupakan era digitalisasi, dimana dibutuhkan persaingan inovasi dan keahlian. Untuk itu butuh penguatan pembinaan SDM di sektor formal maupun non-formal. Diperlukan juga semangat bagi individu terkait untuk senantiasa meng-upgrade diri baik soft skill maupun hard skill sehingga dapat menghasilakan terobosan yang kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan. Untuk mendukung kesiapan SDM menghadapi revolusi Industri 4.0, maka dibutuhkan revitalisasi dari sektor pendidikan salah satunya yaitu bahan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Alfa, 2018).

Industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Industri 4.0 secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Adanya efektifitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi meskipun berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan. Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia (Aryati, 2019).

Penggunaan teknologi bukan semata mengurangi biaya konstruksi, namun dapat memberikan kesejahteraan lebih kepada para pekerja dengan waktu penyelesaian pekerjaan yang lebih singkat (Alfa, 2018). Oleh karena itu, peningkatan skill dalam penggunan teknologi sangat dibutuhkan agar tidak gagap teknologi serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja harus dimiliki oleh setiap pekerja agar dapat mengikuti situasi kerja dengan benar dan aman.

Sumber : https://www.kompasiana.com/diny1881/60acbed5d541df1e12558022/optimalisasi-kemandirian-masyarakat-berbudaya-k3-pada-era-revolusi-4-0-berbasis-teknologi-informasi

 

Post a Comment

0 Comments