Mengembangkan Potensi Diri di Masa Pandemi

Dimasa pandemic ini, banyak kegiatan yang dilakukan dirumah seperti belajar, bekerja ,beribadah dan kegiatan lainnya yang dilakukan dirumah. Kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas baru yang kita lakukan untuk mengurangi penularan Covid-19. Sudah lebih dari 1 tahun lebih kita berkegiatan dirumah saja. Hal tersebut akan menimbulkan rasa bosan, dari timbulnya rasa bosan tersebut banyak dari kita melakukan tren kegiatan baru seperti membuat Kopi Dalgona, membuat challenge baru melalui aplikasi Tiktok dan tren kegiatan lainnya.


Media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dengan menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah informasi menjadi dialog interaktif dan merupakan salah satu perkembangan teknologi yang berpartisipasi dalam memberikan kemudahan dalam memberikan informasi dan memberikan kemudahan bagi keberlangsungan kegiatan penggunanya.

Kemudahan media sosial yang diberikan kepada penggunanya yakni mempermudah dalam mencari informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan menggunakan media sosial juga mempermudah melakukan kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Proses belajar mengajar yang dilakukan dengan menggunakan beberapa media platform seperti Zoom meeting atau Google Meet. Selain digunakan untuk menyebarkan informasi dan sebagai media mengajar, media sosial juga sebagia media penghibur di tengah kejenuhan masyarakat saat sedang dibelakukannya kebijakan Work From Home (WFH) di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Dimasa pandemi covid-19 ini media sosial memegang peranan penting dalam proses penyampaian atau penyebaran informasi yang akan disampaikan kepada publik. Karena adanya kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk Work From Home (WFH) aktivitas komunikasi masyarakat menjadi lebih terbatas dan banyak dilakukan di media sosial. Bahkan saat ini sebagian besar masyarakat tidak hanya menggunakan media sosial sebagai media komunikasi, tapi juga sumber informasi yang dipercaya. karena itu positif maupun negatif media sosial ini tidak terlepas dari penggunaan media tersebut.

Tujuan dilakukan hal tersebut untuk menghilangkan rasa bosan tetapi dari hal tersebut dapat mengegali lagi besarnya potensi diri kita sendiri, Tak ada salahnya jika kita bisa mencoba hal baru, mengembangkan minat dan bakat, serta menggali lebih dalam lagi potensi diri. Dimasa seperti ini juga masyarakat mulai mengembangkan beberapa kemampuan , antara lain, penyelesaian masalah, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Pada masa inilah perlu melakukan banyak inisiatif pengambilan keputusan berakurasi tinggi. Pandemi juga membuat kita dituntut untuk bisa menyelesaikan tantangan satu per satu dan kemampuan untuk bertahan hidup. Dalam artian bisa bertahan hidup secara kesehatan dan ekonomi. Kemampuan hidup lainnya yang tidak kalah penting, dia menambahkan, adalah mengembangkan inovasi. Dengan berubahnya pola hidup yang memengaruhi perubahan pola konsumsi, inovasi dilakukan untuk bertahan hidup dengan mengadaptasi teknologi. Namun, dari semua itu, yang paling dominan dilakukan dalam kemampuan hidup adalah berkolaborasi.

masyarakat justru melakukan inisiatif bersama untuk berkolaborasi tanpa diberi aba-aba. Hal ini banyak terwujud pada tubuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai tempat di Indonesia. Kolaborasi itu ditujukan agar semua bisa bangkit bersama-sama pada masa pandemi ini.

Tak hanya itu, pengem bangan kemampuan lainnya yang dibutuhkan saat ini adalah dalam bidang keterampilan untuk pekerjaan (hard skill) dan keterampilan sosial (soft skill). Contoh keterampilan sosial adalah manajemen stres, misalkan dengan bermeditasi dan berkomunikasi. Apalagi, pola komunikasi saat berada di rumah saja, baik dengan keluarga maupun dengan kantor, jadi berubah. Untuk itu, pengembangan kemampuan komunikasi dilakukan dengan berlatih dan mencari pola yang tepat.

Psikolog Rumah Dandelion Nadya Pramesrani membagikan beberapa tips menggali potensi diri:

Memulai

Temui potensi diri Anda dengan langkah memulai. Mulai-lah dari hal terkecil sekali pun. Jika dikelola dengan baik, hal-hal paling sepele sekali pun bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Mencoba

Setelah memulai dan menemukan ide menarik, coba praktikkan dalam beberapa kali. Pasalnya, seseorang akan mendapat pembelajaran dan kemampuan evaluasi yang lebih kaya tentang kemampuan diri sendiri setelah melewati beberapa kali pengalaman.

Beri penilaian

Pada tahap ini, seseorang diminta untuk berpikir reflektif. Berpikir reflektif berarti menghadirkan makna dan evaluasi terhadap apa pun yang baru dicoba untuk dilakukan.

Ulangi

Jika ternyata Anda menyukai apa yang dilakukan, maka ulangi terus. Lakukan pengulangan dan eksplorasi potensi Anda hingga terus berkembang.

Kemampuan hidup lainnya yang tidak kalah penting, dia menambahkan, adalah mengembangkan inovasi. Dengan berubahnya pola hidup yang memengaruhi perubahan pola konsumsi, inovasi dilakukan untuk bertahan hidup dengan mengadaptasi teknologi. Namun, dari semua itu, yang paling dominan dilakukan dalam kemampuan hidup adalah berkolaborasi.

Banyak masyarakat justru melakukan inisiatif bersama untuk berkolaborasi tanpa diberi aba-aba. Hal ini banyak terwujud pada tubuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai tempat di Indonesia. Kolaborasi itu ditujukan agar semua bisa bangkit bersama-sama pada masa pandemi ini.

pengem bangan kemampuan lainnya yang dibutuhkan saat ini adalah dalam bidang keterampilan untuk pekerjaan (hard skill) dan keterampilan sosial (soft skill). Contoh keterampilan sosial adalah manajemen stres, misalkan dengan bermeditasi dan berkomunikasi.

sumber : https://www.kompasiana.com/dhafarnldy/60b3c95dd541df1e9945d024/mengembangkan-potensi-diri-di-masa-pandemi?page=2

Post a Comment

0 Comments