Hybrid Work Pilihan Paling Sesuai Saat Ini

Dari banyak pemberitaan terkait dengan Remote Work, dan setelah kami menjalani sendiri model remote work, sepertinya bukan pilihan yang cocok untuk beberapa jenis usaha.


Jenis usaha yang cocok dengan pola remote work adalah usaha yang sangat mengandalkan teknologi informasi, dalam kegiatan bisnisnya dari awal hingga akhir. Meskipun tetap ada beberapa bagian yang tidak bisa, atau belum sepenuhnya siap. Untuk tim sales TI mungkin akan bisa menjual hanya dengan menggunakan layar (Screen Selling), tapi tetap ada beberapa customer yang harus bisa ditemui dan dijelaskan secara fisik.

Tapi untuk sales TI yang terkait dengan software, aplikasi, atau barang tak berwujud, mungkin cukup hanya via layar menggunakan video conference, video call dan messaging. Tapi kalau menjualnya barang fisik, maka mau tidak mau harus bertemu.

Bagi kami , yang masih memasang perangkat, alat, dan melakukan perawatannya, tentu tidak bisa hanya dengan menggunakan layar , tapi harus ada pertemuan, kunjungan dan pastinya bertemu secara fisik.

Maka mau tidak mau pilihan yang paling tepat adalah Hybrid Work. Sesuai dengan namanya, hybrid, artinya bisa dilakukan secara online dan offline atau onsite. Hybrid work tetap harus memperhatikan faktor kesehatan. Maka karyawan yang dalam kondisi tidak sehat, sangat dianjurkan tetap online dan bekerja secara remote. Tapi untuk karyawan yang sehat, maka diharuskan masuk ke kantor atau melakukan kunjungan.

Pilihan Hybrid work juga dilakukan oleh banyak perusahaan, seperti bidang manufaktur, finansial, yang tetap memerlukan adanya interaksi fisik. Pengaturan bisa diatur secara bergantian (shift), atau menentukan hari kerja tertentu. Manufaktur lebih cenderung melakukan pengaturan berdasarkan shift kerja. Sedangkan finansial dimana berinteraksi dengan publik, masyarakat, pola bekerja bergantian yang dipilih juga. Tapi untuk beberapa bagian, mereka bisa menerapkan hari kerja tertentu. Ini yang sedang diamati dan akan dilakukan oleh banyak perusahaan dunia.

Mereka akan mengatur tim tertentu untuk masuk di hari tertentu. Misal, marketing bekerja di hari Senin-Rabu, sementara finance di Selasa, Kamis Lalu bagian produksi bekerja di hari lainnya. Intinya mereka mengurangi pertemuan fisik, tetapi tetap berusaha mengejar target.

Apapun pilihan remote work, atau hybrid work, perusahaan atau instansi harus menyiapkan sistem agar bisa memastikan beberapa hal. Pertama, kehadiran mereka untuk bekerja. Kita bisa menggunakan berbagai aplikasi absensi online yang ada di Indonesia, kami sendiri menggunakan HADIRR beberapa tahun ini.

Kedua, memastikan mereka melakukan pekerjaan. Ini bagian tersulit. Tapi yang jelas, sistem harus bisa mengatur penugasan, assignment dan progress harus bisa dilaporkan karyawan ke sistem. Sistem ini bisa sistem manajemen proyek, bisa helpdesk sistem, ataupun sistem CRM yang memiliki fungsi manajemen tugas.

Ketiga, memastikan mereka sehat. Lho apa urusannya? Jelas ada. Mereka harus dalam kondisi sehat, dan ini bisa kita monitor dari kondisi suhu tubuh mereka. Ada beberapa perusahaan memikirkan menyediakan smartwatch untuk memastikan kondisi ini. Ada lagi yang melakukan pelaporan rutin. Ada juga yang secara rutin melakukan tes rapid antigen. Semua dikembalikan ke kemampuan masing-masing perusahaan untuk bisa memastikan ini. Kami pun menyediakan vitamin terbaik dari HDI untuk bisa membantu kondisi fit dari karyawan.

Hybrid work sudah ada di depan mata kita, kita harus persiapkan diri. Terakhir, ada beberapa prosedur, SOP yang harus disesuaikan terkait dengan hybrid work ini, dan kita harus evaluasi terus melihat kemampuan tim kita, dan kita sendiri menerapkan dan menjalankannya.

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/60ac518a8ede48139745b4f2/hybrid-work-pilihan-paling-sesuai-saat-ini

Post a Comment

0 Comments