FPIK Undip Ajarkan Inovasi Teknologi Tepat Guna Produksi Kitosan Sebagai Antijamur Tanaman

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tembalang, Tembalang, Kota Semarang.


Tim dosen terdiri dari Gunawan Widi Santosa, Delianis Pringgenies, Ervia Yudiati, dan Ali Djunaedi. Dalam kegiatan pengabdian tersebut, tim dosen mengajarkan inovasi teknologi tepat guna produksi kitosan sebagai antijamur tanaman.

Koordinator tim, Gunawan Widi Santosa menuturkan, bertanam jadi aktivitas mengasikkan bagi masyarakat yang bekerja dari rumah (work from home) selama pandemi Covid-19. Begitu juga yang terjadi di lingkungan Kelurahan Tembalang.

"Namun tanaman yang tumbuh, seringkali kurang subur karena munculnya mikro organisme seperti jamur," katanya, dalam keterangan kepada Tribun Jateng, Rabu (5/5/2021).

Dikatakannya, munculnya mikro organisme tersebut harus segera ditangani menggunakan anti jamur. Sementara hingga saat ini, anti jamur alam masih jarang digunakan oleh masyarakat karena biasanya masyarakat ingin praktis dan mudah mendapatkan hasil.

"Karenanya, kami dari tim FPIK Undip mencoba untuk melakukan inovasi, yaitu inovasi teknologi tepat guna produksi kitosan sebagai antijamur tanaman," ujarnya.

Anggota tim, Delianis Pringgenies menjelaskan, kitosan merupakan turunan kitin dengan berat molekul 100-1000 kDa, bersifat tidak larut air, tetapi larut dalam asam organik lemah seperti asam asetat.

"Kitosan berasal dari limbah perikanan, seperti limbah cangkang kepiting dan limbah kulit udang," jelasnya.

Prosesnya, lanjutnya, yaitu dengan membuang kandungan mineral dan kandungan protein dari limbah cangkang kepiting atau limbah udang yang nantinya akan menjadi kitin.

Untuk mendapatkan zat kitosan, maka kitin dipanaskan hingga mencapai lebih dari 100ºC dengan ditambahi NaOH 5%.

"Kitosan dapat menginduksi enzim chitinase pada jaringan tanaman yaitu enzim yang dapat mendegradasi chitin yang merupakan penyusun dinding sel fungi, sehingga ada kemungkinan dapat digunakan sebagai fungisida," paparnya.

Ia menambahkan, kitosan juga mendorong pertumbuhan tanaman dan akar dan mempercepat waktu berbunga, hasil buah, dan bobot buah serta meningkatkan jumlah bunga.

"Dengan memanfaatkan limbah perikanan, maka akan menciptakan lingkungan sehat asri melaui bertanaman di wilayah Kelurahan Tembalang Semarang," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Lurah Kelurahan tembalang Maryono, yang didampingi oleh tokoh masyarakat Hartono serta wakil dari RW di Kelurahan Tembalang, Semarang.

sumber : https://jateng.tribunnews.com/2021/05/05/fpik-undip-ajarkan-inovasi-teknologi-tepat-guna-produksi-kitosan-sebagai-antijamur-tanaman

Post a Comment

0 Comments