Dukung Pembiayaan Ultra Mikro, Amartha Raih Pendanaan Baru Senilai Rp450 Miliar

Jakarta: PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mendapatkan pendanaan baru senilai USD28 juta atau setara Rp405 miliar yang dipimpin oleh Women’s World Banking Capital Partners II (WWB) bersama dengan MDI Ventures, serta didukung investor lama seperti Mandiri Capital Indonesia dan UOB Venture Management.


Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, pendanaan baru ini akan memperkuat bisnis Amartha yang berbasis group lending (grameen model), mempercepat inovasi produk, dan meluncurkan layanan tambahan bagi peminjam dan pendana seperti digitalisasi desa, belanja borongan, pinjaman warung, crowdfunding, produk pendanaan baru, serta penyaluran pendanaan ke peminjam secara langsung.

"Terima kasih kepada seluruh Investor, Pendana, Mitra dan Tim Amartha atas dukungan dan kepercayaannya. Apa yang kita lakukan bersama memberikan dampak pada kesejahteraan perempuan di desa dan perekonomian bangsa," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Mei 2021.

Sebagai perusahaan peer to peer lending (p2p lending), Amartha fokus memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro di daerah pedesaan dengan memberikan pinjaman modal usaha berbasis kelompok, mulai dari Rp3 juta hingga Rp10 juta yang disertai dengan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan.

Dengan sistem penilaian yang dikembangkan secara khusus untuk menilai kelayakan kredit dari segmen masyarakat yang tidak terlayani oleh perbankan, Amartha memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan permodalan usaha, bahkan tanpa riwayat kredit atau jejak transaksi digital sebelumnya.

"Amartha membuka peluang baru bagi populasi perempuan yang tidak terlayani sebelumnya untuk dapat memberikan tambahan penghasilan keluarga dari rumah dan di saat mereka harus mengurus anak," ungkapnya.

Hingga saat ini, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp3,55 triliun pinjaman kepada lebih dari 661.369 perempuan pengusaha ultra mikro di lebih dari 18.900 desa di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Tingkat kredit bermasalah (NPL) di Amartha tercatat hanya 0,07 persen untuk semua pendanaan setelah Juni 2020.

Chief of Commercial Officer Amartha Hadi Wenas menambahkan, pandemi covid-19 sejak tahun lalu telah memberi tantangan. Dengan ketekunan, kolaborasi, dan visi bersama 'Kesejahteraan Merata untuk Indonesia', Amartha memulai perjalanan dengan kenormalan baru, dan membangun beragam produk dan layanan untuk sektor usaha mikro.

"Melalui kemitraan dengan WWB, kami akan mampu mengadopsi praktik terbaik dunia dimana perempuan dapat memperoleh manfaat dari teknologi untuk memberdayakan diri mereka sendiri dan keluarga, untuk semakin sejahtera," jelas dia.

sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/aNrX2d1k-dukung-pembiayaan-ultra-mikro-amartha-raih-pendanaan-baru-senilai-rp450-miliar

Post a Comment

0 Comments