Simak proyeksi pergerakan rupiah untuk besok (21/4)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah pada perdagangan Rabu (21/4) bergantung pada data eksternal. Salah satunya adalah hasil lelang obligasi Amerika Serikat (AS) yang dilakukan Selasa (20/4) malam.


Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, rupiah punya potensi kembali menguat karena pasar melihat tingkat suku bunga lelang obligasi AS sudah mulai turun dan berada di level normal.

“Tetapi, kalau melihat hasil lelang sebelumnya, saya kira tidak terjadi kenaikan suku bunga yang berarti, artinya yield US Treasury ini sudah mengalami new normal, di kisaran 1,6% untuk obligasi tenor 10 tahun,” jelas dia kepada Kontan.co.id, hari ini.

Hal tersebut dianggap bisa mengerek laju rupiah. Selain faktor eksternal, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap menjaga tingkat suku bunga di level rendah yakni 3,5% turut membantu pergerakan mata uang Garuda. Apalagi hal tersebut inline dengan konsensus para pelaku pasar.

Selain itu, Ahmad melihat sentimen dari People Bank of China (PBOC) yang mempertahankan landing rate 1 tahunnya ikut mengerek yuan. “Biasanya kalo yuan stabil, rupiahnya ikut menguat,” tambah Ahmad

Sekedar mengingatkan, hari ini, rupiah ditutup menguat 0,34% ke level Rp 14.498 per dolar AS. Serupa, rupiah pada kurs tengah BI juga menguat 0,41% menjadi Rp 14.508 per dolar AS.

sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-proyeksi-pergerakan-rupiah-untuk-besok-214

Post a Comment

0 Comments