Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

 


Tenaga kerja indonesia harus semakin bersiap menghadapi persaingan lapangan kerja dengan teknologi dan robot pintar di tengah revolusi industri 4.0, apalagi di kondisi pandemi covid-19 ini memaksa seluruh kalangan terutama industri, untuk segera menggunakan teknologi yang lebih efisien, revolusi industri 4.0 lebih menantang dan berat untuk dihadapi, karena tenaga kerja harus berhadapan dengan robot pintar atau artificial intelligence di bidang industri, untuk dapat bersaing tenaga kerja saat ini perlu meningkatkan skill, kreativitas, serta imajinasi yang tidak dimiliki oleh teknologi dan robot, disamping itu pemerintah juga harus membuat strategi kebijakan industri jangka panjang 4.0 nasional, karena desain tenaga kerja di masa depan harus dipersiapkan dari sekarang, sehingga ketika otomasi itu berlangsung maka indonesia tidak ada lagi jarak atau gaf antara permintaan tenaga kerja yang memang harus mempunyai keahlian yang mumpuni serta kreativitas yang tinggi, dan suplai tenaga kerja yang masih keahliannya standar dan hanya bisa melakukan pekerjaan yang berpola dan berulang.

Revolusi industri 4.0 menghadirkan sederet tantangan bagi sektor ketenagakerjaan di tanah air, pemerintah perlu menyiapkan berbagai langkah jitu untuk menggaet investor di sektor industri agar mampu mendongkrak perekonomian nasional. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan maraknya layanan berbasis data serta trend digitalisasi, yang awalnya revousi industri 1.0 yang pemanfaatannya berupa mesin uap, revolusi industri 2.0 penggunaanya mesin bertenaga listrik, dan revolusi industri 3.0 yang cirinya otomasi industri serta dunia digital berbasis internet, dan membawa perubahan tersendiri bagi revolusi industri 4.0 perekonomian berbasis industri, namun perkembangan dunia bisnis dengan kehadiran revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi sumber daya manusia di tanah air, karena infrastruktur digital membutuhkan tenaga kerja yang trampil.

Melihat tantangan maupun ancaman ini pemerintah telah mengeluarkan peta jalan menghadapi revolusi industri 4.0, program making indonesia 4.0 diharapkan mampu merepitalisasi industri manufaktur nasional agar lebih kompetitif di tingkat global. Ada lima sektor industri yang diprioritaskan penerapannya untuk menyongsong revolusi industri 4.0 diantaranya industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta industri kimia, lima sektor ini berpotensi besar beralih ke otomasi mesin serta sumber daya robotik sebagai pendukung tenaga kerja manusia.

Implementasi industri 4.0 ini diharapkan mampu mendorong pendapatan investasi sehingga dapat lebih memacu produktifitas dan kualitas sektor manufaktur, sektor industri memberikan konstribusi signifikan terhadap pertumbuhan nilai infestasi, suntikan dana investor ini akan menjadi kekuatan bagian perekonomian nasional. Lewat revolusi 4.0 ini diharapkan indonesia mampu masuk dalam 10 ekonomi terbesar dunia tahun 2030, berbagai tantangan dan rintangan muncul untuk mengagalkan indonesia 4.0, tapi upaya untuk menyukseskannya pun tidak main-main dari mulai membangun infrastruktur hingga pemantafan sumber daya manusia agar tidak tersalip arus modernisasi.

Revolusi industri 4.0 ini merupakan suatu era yang harus dimasuki oleh setiap negara dimana kalo mereka ingin memiliki daya saing yang kuat dan untuk indonesia revolusi industri 4.0 ini merupakan keniscayaan tetapi yang harus dipertimbangkan adalah seluruh industri yang ada di indonesia masih ada yang menggunakan industri 1.0, 2.0, dan 3.0 dan untuk itu pemerintah perlu menaikan secara bertahap level-level tersebut agar mencapai industri 4.0

Sumber : https://www.kompasiana.com/agung42967/6088e1c08ede4856360f11c2/revolusi-industri-4-0-di-indonesia

Post a Comment

0 Comments