Pengawasan KPAI Prihal Adaptasi Kebiasaan Baru Sekolah di Pangandaran

Kebijakan Pemerintah dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas sesuai SKB 4 Mentri dalam situasi Pandemi Covid-19.


Sesuai UU No. 35 tahun 2014 Komisi Perlindungan Anak dengan meningkatkan Efektivitas Pengawasan Pemenuhan Dan Perlindungan Kebutuhan Anak.

Di antaranya KPAI mengawasi 5 Provinsi diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan percontohan adalah satuan Pendidikan mulai tingkat SD, SMP, dan SMA.

Ketua Komisioner Divisi Wasmonev KPAI Jasra Putra mengatakan, bahwa dalam hal pengawasan mengenai pembelajaran tatap muka terbatas KPAI tetap konfirmasi dengan Dinas Pendidikan mengenai sekolah yang sudah masuk standar Protokol kesehatan untuk di lakukan pemantauan.

Terkait infrastruktur dan SOP yang ada di Sekolah, Kata Jasra Putradi, untuk pengawasan KPAI mencakup tempat cuci tangan, toilet, waktu kedatangan, saat KBM, kepulangan siswa, rujukan apabila terjadi kasus Covid – 19, putus sekolah, menikah diusia Sekolah (bawah umur), ucapnya kepada Media Kamis (29/4/2021).

Menurutnya, masih ada temuan dengan adanya anak putus sekolah, menikah muda juga bekerja dengan dalih untuk membantu orang tua.

Lanjut Jasra, Terkait Sekolah yang sudah digunakan untuk karantina covid – 19 berharap sebelum di gunakan kegiatan belajar mengajar harus di bersihkan secara menyeluruh menggunakan disinfektan, dan baru bisa di gunakan 14 hari setelah dibersihkan.

“Dari hasil pengawasan ini tentu akan kita lakukan kajian dan laporan kepada Kementerian dan Lembaga juga Pemerintah Daerah terkait dalam pencapaian yang sudah dilakukan supaya ada peningkatan, karena Juli 2021 seluruh sekolah akan ada pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Lanjut Jasra, setelah melakukan pengawasan lapangan untuk Kabupaten Pangandaran sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan prokes, namun masih ada beberapa Sekolah yang masih kurang.

“Untuk Pangandaran ada 3 sekolah dari 200 SD dan 60 SMP yang menjadi proyek pengawasan KPAI,” jelasnya.

Tambahnya, dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tentunya semua Management sekolah berubah, alhamdulillah Pemda Pangandaran sudah membantu dengan menggunakan APBD, terkait keperluan siswa juga prokesnya, pungkasnya.

(Eris Riswana)

sumber : https://86news.co/2021/04/29/pengawasan-kpai-prihal-adaptasi-kebiasaan-baru-sekolah-di-pangandaran/

Post a Comment

0 Comments