Pelaku Usaha di Kota Jayapura diminta Patuhi Perda New Normal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat berbincang dengan kolega - Jubi/Ramah

Tingginya angka paparan Covid-19 di Kota Jayapura, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengimbau warga di ibukota Provinsi Papua tersebut, khususnya yang bergelut di dunia usaha agar mematuhi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang tatanan kehidupan baru di masa pandemi (new normal).

“Warga yang terpapar Covid-19 dan dirawat di tujuh rumah sakit serta LPMP Papua ada 948 orang. Satu hari yang positif Covid-19 ada 45 orang, meninggal dunia sudah ada 100 lebih,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (17/3/2021).

Dikatakan Rustan, bila pemilik usaha mematuhi perda tersebut, maka dapat meminimalisasi warga yang terpapar virus korona. Tapi karena ketidakpatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, hingga kini kasus baru infeksi korona mashie terus bertambah.

Misalnya, lanjut Rustan, masih dijumpai pelaku usaha yang beraktivitas melebihi waktu yang sudah ditentukan dan tidak ada pembatasan jumlah pengunjung seperti di hotel, cafe, restoran, toko, dan tempat hiburan malam, yang melebihi ketetapan yakni 50 persen dari kapasitas maksimal.

“Sesuai perda ini, Pemerintah Kota Jayapura telah menetapkan waktu beraktivitas sampai pukul 9 malam. Kalau pelaku usaha patuh melaksanakan perda ini, pemerintah akan menambah waktu beraktivitas sampai pukul 12 malam,” ujar Rustan.

Tak lupa, Rustan mengimbau pelaku usaha di ibukota Provinsi Papua ini untuk mengedukasi pengunjung maupun pembeli dengan memasang spanduk dan stiker berupa ajakan untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus korona,” ujar Rustan.

Sebelumnya, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan tanpa kesadaran dari masyarakat untuk melawan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan, maka sangat mustahil dapat memutus penyebarannya.

“Kalau tanpa kesadaran dan kepatuhan, kapan kita bisa keluar dari pandemi Covid-19 ini. Mari bersama-sama kita bertekad, kita ingin seperti dulu anak sekolah, aktivitas rumah ibadah bisa dibuka sebebasnya,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan ketua RT/RW, kelurahan, distrik, dan kampung terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakar agar menjalankan Perda Nomor 3 Tahun 2021.

“Mari bersama-sama (memutus penyev=baran virus korona) sehingga secara bertahap menurunkan angka penyebarannya,” ujar Tomi Mano.


Sumber: Pelaku Usaha Di Kota Jayapura Diminta Patuhi Perda New Normal - I Papua (jubi.co.id)

Post a Comment

0 Comments