Pekerja Freelance Juga Dapat THR, Ini Cara Hitung Kisarannya!


BABAKANCIAMIS, AYOBANDUNG.COM — Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah tinggal menghitung hari saja. Hal identik yang berkaitan dengan Hari Raya Idulfitri tentunya adalah Tunjangan Hari Raya atau THR.


Bagi pekerja yang telah bekerja lebih dari satu bulan, maka berhak untuk mendapatkan THR, sesuai aturan pemerintah.

Pemberian THR ini, bagaimanapun, menjadi persoalan tersendiri bagi kaum pekerja lepas atau freelance. Apakah dalam aturan THR 2021 ini para pekerja lepas berhak mendapatkan THR? Jika iya, bagaimana cara menghitungnya?

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Arief Syaifudin, menegaskan, para pekerja lepas berhak mendapatkan haknya berupa pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

Ia mengatakan, regulasi mengenai pemberian THR kepada kaum pekerja di tahun 2021 ini sudah lengkap.

"Ada, sudah ada regulasinya. Regulasinya sudah sangat lengkap, bagi pekerja yang satu tahun, atau satu bulan," ujarnya di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa, 27 April 2021.

Lantas bagaimana cara penghitungan kisaran THR bagi pekerja lepas atau freelance?

Dasar Hukum Pemberian THR 2021

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

SE tersebut adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam SE itu pembayaran THR harus sesuai dengan PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam poin 2 opsi c pada SE itu disebutkan, bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut:

1) pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.

2) pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

THR Keagamaan ini wajib dibayarkan oleh perusahaan paling lambat H-7 sebelum hari raya keagamaan.

Cara Menghitung Besaran THR Pekerja Lepas/Freelance

Contoh Pertama:

Faisal adalah pekerja lepas yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan. Ia mendapatkan rata-rata upah sebanyak Rp 2.500.000 per bulan. Maka, Faisal akan mendapatkan THR sama dengan rata-rata upahnya per bulan, yakni Rp 2.500.000.

Contoh Kedua:

Riza merupakan pekerja lepas yang telah bekerja selama 6 (delapan) bulan. Dalam satu bulan, ia mendapatkan rata-rata upah sebanyak Rp 2.500.000. Sesuai dengan aturan SE Menaker tentang Pemberihan THR Keagamaan Tahun 2021 berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2021, maka Riza akan mendapatkan THR sebanyak 6/12 dari Rp 2.500.000, yaitu Rp 1.250.000.

Terkait pembayaran THR yang wajib dibayarkan seminggu sebelum hari raya keagamaan, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bandung, Hermawan mengatakan, para pekerja/buruh tentu menginginkan pembayaran THR telah lunas pada saat H-7 hari raya keagamaan.

"Kalau kita lihat kondisi buruh pekerja di Kota Bandung untuk yang tergabung pada SBSI, terkait THR tahun lalu, masih ada beberapa perusahaan yang mengalami penunggakan," katanya di tempat yang sama.

"Bahkan itu dibuka ruang juga sampai dicicil. Tentu ini persoalan. Harusnya 7 hari sebelum hari H, tetapi fakta di lapangannya ada yang tidak sesuai," imbuhnya. [*]

sumber : https://ayobandung.com/read/2021/04/27/221058/pekerja-freelance-juga-dapat-thr-ini-cara-hitung-kisarannya

Post a Comment

0 Comments