Mudik Lebaran Boleh, Pengendalian Covid-19 Jangan Kendor

Penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Jakarta Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan pemerintah harus bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 jika membolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran pada tahun ini. Jangan sampai setelah libur Lebaran, angka kasus positif justru mengalami lonjakan tinggi.

Bhima menekankan bahwa masyarakat akan kembali tertekan jika terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 setelah Lebaran, yang akhirnya dapat memukul kembali perekonomian.

"Maka harus disiapkan dengan baik bagaimana keputusan mudik ini harus punya tanggung jawab untuk mengendalikan pandemi pasca mudiknya. Jangan sampai mengulang lagi kesalahan ketika terjadi adaptasi kebiasaan baru atau new normal pada bulan Juli - Agustus, sehingga orang sudah pede untuk keluar ternyata kasusnya naik lagi," jelas Bhima kepada Liputan6.com pada Selasa (16/3/2021).

Jika kemungkinan ini tidak diantisipasi, maka nanti akan berdampak pada belanja kesehatan yang membengkak dan menurunkan kepercayaan masyarakat untuk kembali beraktivitas.

Bhima pun menuturkan bahwa keputusan pemerintah tidak melarang mudik Lebaran akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Pasalnya akan terjadi perputaran ekonomi dan meningkatkan transaksi.

Kendati demikian, keputusan pemerintah itu harus diiringi dengan tanggung jawab.

"Artinya pemerintah harus mempertanggungjawabkan kebijakan untuk memperbolehkan orang untuk mudik Lebaran, termasuk mempersiapkan apabila ada lonjakan kasus positif," jelasnya.


Sumber: Mudik Lebaran Boleh, Pengendalian Covid-19 Jangan Kendor - Bisnis Liputan6.com

Post a Comment

0 Comments