Innovation Kedaireka, Ajang Kolaborasi Pembangunan Ekosistem Inovasi Indonesia-Jepang


Jakarta: c (Kemendikbud) menggelar webinar bertajuk 'Inno-Ka (Innovation Kedaireka): Building Reka Cipta Ecosystem Indonesia-Japan. Kegiatan jadi implementasi kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam pengembangan ekosistem reka cipta, yang disepakati pada Desember 2020.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Nizam, menyampaikan Kedaireka jadi upaya membangun ekosistem reka cipta di Indonesia. Sekaligus, sebagai respons terhadap revolusi industri 4.0 yang mengharuskan pendidikan menitikberatkan pada kreativitas dan penguasaan teknologi.

Nizam menyampaikan revolusi industri 4.0 akan mengakibatkan hilangnya 23 juta pekerjaan yang digantikan mesin pada 2030. Namun, di sisi lain juga memberikan peluang terciptanya pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya sebanyak 27-46 juta lapangan kerja.

Hal ini, kata Nizam, menjadi tantangan bagi dunia pendidikan tinggi untuk menyiapkan lulusanya agar memiliki skill yang dibutuhkan di masa depan, seperti adaptive, agile learning, self directed, entrepreneur, complex problem solver, digital literacy, multi disciplinary serta global citizenship.

"Jika melihat tren terkini, kita dapat melihat kecenderungan generasi milenial untuk menciptakan bisnis baru yang kita kenal dengan startup. Saat ini 5 dari 10 unicorn yang ada di regional ASEAN berasal dari Indonesia yang semuanya berbasis bisnis digital," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 April 2021.

Kemampuan membangun startup ini dihasilkan para milenial yang menggabungkan konsep kearifan lokal dengan kompentensi penguasaan teknologi informasi. Namun di sisi lain, ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengakselerasikan kretivitas dengan penguasaan teknologi.

Program Inno-Ka diharapkan dapat membuka wawasan tentang perkembangan inovasi terkini yang dihadapi para inovator serta pelaku industri di tingkat internasional, khususnya Jepang. Selain itu, bisa membuka dialog dan para inovator Indonesia dapat memberikan ide, gagasan serta solusi atas tantangan yang dihadapi pelaku industri di Jepang.

Rencananya, program ini akan dilaksanakan secara berkala untuk memperat ekosistem inovasi kedua negara. Kemendikbud juga menyampaikan keinginannya untuk mengundang Ministry of Internal Affairs and Communication (MIC), serta para inovator Jepang untuk bisa berkantor di Indonesia dalam rangka mengembangkan potensi kolaborasi pembangunan ekosistem reka cipta antara Indonesia dan Jepang.

"Hal ini sebagai upaya menyelaraskan pendidikan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri serta menghindari missing link yang selama ini terjadi," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Policy Division Global Strategy Bureau, MIC Japan, Yasuko Kasai mengatakan program ini dirancang dengan harapan menciptakan nilai destruktif dan global. Khususnya, di bidang teknologi informasi dan komunikasi dengan mendukung ide-ide teknologi ambisius dan potensi yang luar biasa.

"Nantinya melalui program ini dengan munculnya ide-ide bersama akan menciptakan ekosistem inovatif yang berkembang. Jangan takut akan hal ini, Saya percaya dengan inovasi akan mengatasi segala halangan yang kita hadapi," jelas Yasuko.

Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/ybJWvajk-innovation-kedaireka-ajang-kolaborasi-pembangunan-ekosistem-inovasi-indonesia-jepang?__cf_chl_jschl_tk__=d0fed5c6aced5738cd7f91f130f648d0b28ee063-1619418570-0-AWe-14vdxdSEDyWUkw01-1ugn754id6ccaWtIzpK9EELh10Dm4QYfB80cv7ZkFgsxN3211aAaZe2b8U12RATY4Zz6-GCQMmHY7FDcOPBFv_NdJAmp-gYBTC0ZE8zLUcBYxIPFwYzgUQX7WEt3kMOKMG1p-4B3zJmp0q3oicrIl0dP922sLoFdNrDUFaYtivkGGVa8K9zwzmr9jnXzAiCGq5HR-ZKTZzQkYO7JmUzQAWp6PdO5ZnuSTiu4R_CieDcftuMm7f5EuL6AS2wdv_oJIB6qXraNPy15V6TzMo_meX5gzVRfWTEte3qbQ2ERWiVoPe8-O_0tGyTAUZpojP156jt-RjRP3ymkedVSU96LnT_ecAh-DjOtQyc4BSr_HgDc29oxpB1o3pd6EQ8vwkyWZmid4AAd320m7lQp2si24pQMFk2IgJUlTTvON-ly_fAJPaE8TR43foJwpVGvqaUTymzs9IstUJtXxX39pGsmo0P8fHamGD6aQwDqpfiPvqI3esPIDeGC0NK8hGEQ4vUvv46FyIgDeduibEqmfVDwn8_
 

Post a Comment

0 Comments