Indeks Daya Saing Digital Kepri Urutan ke-7 di Indonesia

Anak millenial Kepri yang menggunakan tekhnologi dalam digital tourism. Foto: Istimewa

Berdasarkan hasil pengukuran daya saing digital East Ventures-Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021, Kepulauan Riau berada di urutan ke-7 dari seluruh provinsi se-Indonesia. Posisi ini meningkat yang sebelumnya di urutan ke-10 di tahun 2020.

Sebagai bagian dari upaya untuk memantau perkembangan ekonomi digital, sekaligus mengukur kesiapan dan daya saing digital setiap wilayah di Indonesia, East Ventures dan Katadata Insight Center menyusun East Ventures-Digital Competitiveness Index (EV-DCI) di level 34 Provinsi dan 25 Kota di Indonesia.

Tahun 2021 ini menjadi tahun kedua pengukuran daya saing digital. Dampak pandemi COVID-19 terhadap percepatan transformasi ekonomi digital tercermin dalam studi EV-DCI 2021. Transformasi ini terlihat pada pilar Penggunaan TIK serta pilar Kewirausahaan dan Produktivitas.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar, mengatakan Kepri mengalami kenaikan signifikan disebabkan oleh kenaikan skor pilar Kewirausahaan dan Produktivitas, serta pilar SDM. Pilar Penggunaan TIK juga tergolong tinggi.

“Kedekatan jarak Kepulauan Riau, khususnya Batam, dengan Singapura membuat provinsi ini menjadi tujuan investasi digital. Apalagi, terdapat kerjasama Indonesia-Singapura untuk membangun Nongsa Digital Park di Batam yang mempercepat transformasi ekonomi digital dan pertumbuhan talenta digital di wilayah ini,” jelasnya.

Provinsi yang mengalami peningkatan skor tertinggi selama setahun terakhir, juga diraih oleh Bali. Dengan skor yang sama dengan Kepulauan Riau yakni sebanyak 7.1 point, disusul Bengkulu (naik 6,2 point), dan Kalimantan Tengah (naik 5,7 point).

Peningkatan yang terjadi untuk Kepri ini juga sangat selaras dengan program yang tengah dijalankan oleh pemerintah dan pelaku pariwisata di Kepri dengan pengembangan Digital Tourism, salah satu strategi efektif untuk mempromosikan potensi unggulan suatu daerah melalui platform berbasis teknologi dengan target generasi milenial.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepri, Irwandi Azwar menerangkan dengan digital tourism dapat mengubah perilaku wisatawan yang datang ke Kepri untuk look, book, and pay dilakukan secara digital. Gaya hidup ini mengubah strategi dari konvensional menjadi go digital dan lebih aman untuk para wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Ditambah lagi, saat ini pemerintah Indonesia telah masuk ke Industri Pariwisata 4.0, pengembangan industri pariwisata dengan menggunakan teknologi yang digunakan dalam industri 4.0 yang memungkinkan industri pariwisata menjadi lebih cerdas (smart).

“Sebagian besar pariwisata Indonesia merupakan generasi milenial, oleh sebab itu kita mengangkat pasar generasi milenial ini lewat digital.” tambah Irwandi.

Irwandi juga menerangkan Masa pandemi COVID-19 membuat geliat pariwisata di Kepulauan Riau seperti terjun bebas. Namun, para pelaku pariwisata ditantang untuk mempromosikan objek wisata menggunakan digital.

Misalnya aplikasi Kepri Travel dan Wonderlink. Melalui aplikasi ini, para pelaku wisata dapat memperoleh pedoman pariwisata di era new normal ini dan bisa menghitung budgetnya saat berkunjung ke Kepri.


Post a Comment

0 Comments