Esri Indonesia Umumkan Pemenang GeoInnovative Challenge

 

(kiri-kanan): Chief Industry Solutions Officer, Cahyo Nugroho (moderator); Guru Besar Geodesi Prof. Hasanuddin Zainal Abidin dari Institut Teknologi Bandung; Assistant Manager ICT Planning & Solution Pertamina Geothermal Energy (PGE), Budyi Permono; Chief Executive Officer (CEO) Esri Indonesia, Dr. Achmad Istamar; serta Co-Founder dan GIS Specialist Ikan Fillet Papua, Dirga Daniel dalam diskusi panel acara penghargaan pemenang kompetisi Geo-Innovation Challenge virtual, pada 22 April 2021. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com
Esri Indonesia mengumumkan tiga pemenang utama dalam GeoInnovation Challenge pada Kamis (22/4), yakni Pertamina Geothermal Energy (Juara 1), PT Waskita Karya (Persero)Tbk (Juara 2), dan Ikan Fillet Papua (Juara 3). Ketiga pemenang ini diganjar penghargaan karena dinilai berani mengambil inisiatif, memecahkan masalah, dan menggunakan imajinasi terdepan untuk mendorong inovasi di industri teknologi geospasial di Indonesia.

Kegiatan GeoInnovation Challenge bertema “Geo-enabling data driven decisions in the face of the new normal” itu merupakan kompetisi yang bertujuan mengeksplorasi dan mempromosikan terobosan solusi geospasial yang dipercaya akan membantu industri lokal beradaptasi di era pandemi Covid-19.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Esri Indonesia, Dr. Achmad Istamar, pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital di berbagai industri. Hal ini dikarenakan para pelaku industri dituntut untuk menemukan cara agar bisnis dapat tetap berjalan di era normal baru. Selain menemukan keunggulan kompetitif baru, di era ini perusahaan juga perlu membangun ketahanan atau resiliensi.

“Kini semakin banyak pimpinan perusahaan yang memahami, bahwa mereka perlu kesigapan dalam beradaptasi terhadap kondisi pasar dan permintaan konsumen yang semakin dinamis. Situasi saat ini juga mempercepat adopsi teknologi Industri 4.0 seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Machine Learning (ML). Dan kabar baiknya, perusahaan yang telah mengadopsi teknologi ini telah membuktikan bahwa mereka dapat lebih beradaptasi dalam menghadapi tantangan baru di era normal baru,” ujar Achmad dalam siaran pers, Kamis (22/4).

Menanggapi kemenangan yang diraih, Assistant Manager ICT Planning & Solution Pertamina Geothermal Energy (PGE) Budyi Permono berkata: “Krisis Covid-19 membawa perubahan pada cara kami berbisnis. PGE berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi bangsa dan untuk melakukan ini kita perlu menjaga aset terpenting yaitu para karyawan kita. Penggunaan teknologi GIS telah memungkinkan kami untuk berhasil mempercepat digitalisasi keamanan dan ketahanan perusahaan kami. Kami bangga atas penghargaan ini dan kami berharap dapat terus menggunakan teknologi GIS untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depannya.”

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hadjar Seti Adji menuturkan, penghargaan ini akan semakin memperkuat visi perusahaan untuk menjadi salah satu kontraktor utama di Indonesia.

“Data geospasial ada di mana-mana dan pada saat bersamaan telah merubah persepsi kami tentang apa yang kita ketahui dan apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi katalis bagi kita untuk terus berinovasi dan menginspirasi bisnis lainnya untuk memulai transformasi digital dan bersama-sama kita dapat mendukung revolusi industri 4.0 di Indonesia,” kata dia.

Sedangkan Co-Founder dan GIS Specialist Ikan Fillet Papua, Dirga Daniel mengungkapkan bahwa seperti banyak bisnis lainnya, dampak pandemi ini sangat berat baginya. “Dinamika bisnis perikanan telah mengalami perubahan yang signifikan, dan tidak ada pilihan lain selain berinovasi, dan mentransformasikan cara kami berbisnis, dan kami melakukannya dengan menggunakan teknologi geospasial. Kami bangga menjadi pemenang penghargaan karena ini membuktikan bagaimana bisnis seperti kami dapat berinovasi dan menggunakan teknologi geospasial untuk membantu kami merangkul new normal dan mampu bertahan selama masa yang menantang ini,” kata Dirga.

Selain kepada tiga pemenang utama, diberikan pula penghargaan kepada para pemenang kategori lain yang telah menggunakan solusi yang inovatif untuk membantu mendorong perubahan nyata dan membuat dampak positif pada dunia.

Ada pun para pemenang kategori lain terdiri atas Bapelitbang Kota Bontang (GeoInnovation Challenge untuk Smart City Industry); Lintas Marga Sedaya (GeoInnovation Challenge untuk Architecture, Engineering & Construction (AEC) Industry); PT. Perkebunan Nusantara IV (GeoInnovation Challenge untuk Plantation Industry); Saka Energi Indonesia (GeoInnovation Challenge untuk Oil & Gas Industry); Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (GeoInnovation Challenge untuk Education Industry); Institut Teknologi Bandung (Spatial Forward Thinker); dan Universitas Brawijaya & PT. Perkebunan Nusantara IV (The most favorite poster).

Guru Besar Geodesi Prof. Hasanuddin Zainal Abidin dari Institut Teknologi Bandung mengatakan bahwa data dan informasi geospasial memainkan peran kunci dalam era globalisasi saat ini. Faktanya, data dan informasi ini adalah titik awal untuk setiap perencanaan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan data dan informasi spasial maupun non-spasial yang akurat dan terkini mengenai dinamika perubahan bisnis terutama pada saat pandemi ini.

“Saya berharap para pemenang GeoInnovation Challenge dapat membantu menginspirasi banyak bisnis dan komunitas untuk merangkul transformasi digital,” ujarnya.

“Selamat kepada para pemenang. Saya sangat bangga, bahwa hasil dari kompetisi ini menjadi bukti keberhasilan komunitas geospasial di Indonesia dalam menciptakan inovasi-inovasi kelas dunia untuk menjawab tantangan era new normal di sektor industri dan komunitas masing-masing,” tambah Achmad.

Sumber: BeritaSatu.com

Post a Comment

0 Comments