6 Cara Mengatasi Sindrom Burnout Karena Kelelahan Bekerja

The burnout syndrome is real. Pada awalnya rasa lelah itu mungkin seperti kejenuhan bekerja di pertengahan tahun, tapi karena konsep ‘new normal’ ini membatasi ruang beraktivitas, energi mulai terkuras secara fisik, emosional, mental, bahkan kurang termotivasi dari segala aspek.

Stop denying your emotions! Sindrom burnout alias kelelahan bekerja ini dapat menganggu kualitas hidup dan kesehatanmu. Jika mulai kehilangan ketertarikan dalam menjalani rutinitas sehari-hari—baik aktivitas personal atau pekerjaan—yang biasanya kamu nikmati, dan kamu merasakan ciri-ciri seperti; perubahan mood, mudah cemas, waktu tidur terganggu, berarti kamu mulai mengalami sindrom burnout. 

Well, sudah setahun kita menjalani konsep hidup ‘new normal’, dan Cosmo tahu kalau kamu sedang berusaha sebaik-baiknya untuk memperbaiki kualitas hidup. But please don’t forget to focus on yourself. Tidak perlu lagi memaksakan diri dan meremehkan kondisi stres. Beristirahatlah sejenak dan lakukan hal-hal ini untuk mengatasi sindrom burnout.

Pertama: Nilai Dirimu

Langkah awal untuk mengatasi sindrom burnout adalah menyadarinya. Robin Berzin, MD (dokter pengobatan fungsional dan founder of Parsley Health di New York City), menyarankanmu untuk melakukan penilaian kecil dengan cara: duduk tenang lalu bertanya pada diri sendiri “mengapa aku merasa sangat lelah dan apakah aku masih bisa mengontrolnya?” 

Apakah kamu selalu menerima notifikasi yang berkaitan dengan pekerjaan di luar office hour? Apakah kamu sampai mengonsumsi alkohol agar bisa tidur nyenyak? Cobalah unuk mengidentifikasi kebiasaan yang terasa menggangu dan fokuslah untuk menggeser area tersebut secara bertahap. Misalnya, matikan notifikasi setelah jam kerja dan simpan jatah alkoholmu hanya untuk di akhir pekan. Ya, perubahan kecil ini akan berdampak besar pada sindrom burnout yang kamu alami.

Do Self-Care!

Terdengar klise, tapi memprioritaskan self-care dapat membantu tubuhmu menghindari mode fight-or-flight, fase simpatik yang memicu burnout. Keresahan yang kamu hadapi setiap bangun tidur (well, pernah merasa ingin bertarung tapi juga ingin lari dari rutinitas, ‘kan?) membuatmu terjebak dan mengalami kerusakan sistem. 

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan self-care, tapi aturannya adalah kamu wajib menyusunnya ke dalam jadwal harian dan benar-benar menerapkannya. Cobalah untuk mandi air hangat usai bekerja (tanpa membawa ponsel, ya!), menggunakan soothing sheet-mask sambil membaca novel favorit, atau kalau cara Cosmo adalah mengubah warna kuteks. Do whatever that makes you happy, girls! Ubah Pola Rutinitas Harian

Jika mengalami sindrom burnout, kemungkinan besar karena kamu telah menjalani aktivitas dengan pola yang sama dalam waktu lama. Yup.. hari-hari yang dipenuhi dengan Zoom meeting seperti menjadikan kita ‘tahanan’ di dunia anxiety, dan mengubah pola itu dapat membantumu mengatasi burnout. 

Kalau biasanya kamu mulai bermalas-malasan di atas jam 9 malam sambil menonton Netflix, ubah rutinitas tersebut menjadi waktu untuk mengikuti kelas yoga online. Cara ini mungkin terkesan memaksamu keluar dari zona nyaman, tapi menurut dokter Berzin, kita harus meninggalkan pola lama yang tidak lagi cocok di konsep hidup ‘new normal’.

Beri Batasan

Ada satu tips utama yang harus kamu lakukan yaitu: DIGITAL DETOX (tentu saja setelahnya adalah mengonsumsi air mineral.) Walaupun sekarang kamu sedang menatap layar, pastikan kamu memerhatikan waktu pemakaian ponsel, laptop, dan gadget digital lainnya. No, kamu tidak perlu mencurahkan seluruh hidupmu ke dalam ‘era serba digital’ di konsep hidup ‘new normal’ ini, because there’s more to life than this! Kamu harus berani memberi batasan kepada diri sendiri jika ingin terbebas dari sindrom burnout. You got this!

Olahraga!

Jika kamu memulai paragraf ini dengan, “olahraga? Memiliki motivasi untuk kerja saja sudah cukup...” berarti kamu belum mengetahui keterkaitan olahraga dengan rasa bahagia. Saat berolahraga, tubuh menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi efek buruk stres dan rasa sakit. Selain itu, aktivitas ini juga meningkatkan horon serotonin yang membuat suasana hatimu menjadi lebih baik. Jadi, sisakan waktu 10 menit setiap hari untuk melakukan cardio, yoga, atau sekadar jalan kaki di taman dekat rumah. 

Minta Bantuan Profesional

Nope, kamu tidak dapat mendiagnosa diri sendiri. Setelah menerapkan lima cara di atas dan kamu tetap merasakan sindrom burnout, kamu layak mendapat perawatan di tangan profesional. Merasa sangat lelah yang berujung stres itu nyata adanya. Ingat, mengunjungi terapis bukanlah tanda kalau kamu lemah, tetapi justru kamu sudah sangat hebat melewati ini semua.



Sumber: 6 Cara Mengatasi Sindrom Burnout Karena Kelelahan Bekerja (cosmopolitan.co.id)

Post a Comment

0 Comments