Staycation Jadi Pilihan Favorit di Tengah Pandemi

Sebuah keluarga memilih staycation di sebuah hotel di era new normal. [dokumentasi pribadi
Keinginan orang untuk berlibur jadi terbatas di tengah pandemi seperti sekarang ini. Selain masih banyaknya tempat wisata yang tak beroperasi, adanya imbauan dari pemerintah untuk membatasi bepergian keluar kota juga menjadi salah satu alasan.
Dengan kondisi tersebut, berlibur dengan staycation di hotel kini menjadi pilihan favorit keluarga. Selain tak harus bepergian jauh dari rumah, fasilitas yang disuguhkan sejumlah hotel juga bisa menjadi hiburan yang mengasyikkan bagi seluruh anggota keluarga.

Hifni selaku General Manager dari Aston Bellevue Radio Dalam bahkan mengakui, jumlah tamu yang menginap di hotelnya meningkat di tengah era new normal.

"Meningkatnya demand untuk staycation di era new normal kali ini memang benar adanya. Hal itu terlihat dari meningkatnya pemesanan kamar di hotel kami, terutama ketika akhir pekan," ujar Hifni, seperti dalam rilis yang terima Suara.com. Hifni mengakui, tamu yang melakukan staycation sebagian besar dari Jakarta dan keluarga yang ingin mencari suasana baru dan menikmati quality time.

Sementara itu, Hifni menjamin keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama. Setiap tamu hotel dicek suhu tubuhnya. Sementara untuk hotel sendiri rutin melakukan penyemprotan desinfektan di area kamar, lobby, dan function room.
"Kami telah mendapatkan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf sehingga pengunjung tidak perlu ragu lagi. Hotel kami telah memenuhi standarisasi untuk cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environmental sustainability (ramah lingkungan)," kata Hifni menambahkan.
 
Pernyataan Hifni juga dibenarkan Deputi Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya. Menurutnya, staycation menjadi wisata pilihan terbaik jika Anda ingin berlibur di tengah pandemi


"Saya pikir selama pandemi Covid-19 belum berakhir, dan vaksin masih belum menggapai banyak orang, saya pikir yang namanya staycation akan tetap jadi pilihan," ujar Nia Niscaya, kepada Suara.com baru-baru ini. 

Nia mengatakan orang belum berani bertemu dengan banyak orang, sehingga konsep berwisata di luar ruangan, sepi, dan tidak jauh dari rumah, seperti staycation di hotel atau penginapan, tetap menjadi favorit banyak orang saat pandemi Covid-19.

"Jadi orang akan berjalan-jalan di sekitar saja, dan Google trend tadi kelihatan tinggi minatnya orang terus staycation," ucap Nia.

Hal ini juga terbukti dari catatan transaksi kartu kredit dan data travel agent, yang menunjukkan minat terhadap staycation cukup tinggi.

"Kemudian dari sisi online travel agent juga kelihatan karena itu tadi staycation masih menjadi demand," kata Nia. 

Post a Comment

0 Comments