SEAMEO Outlook Pendidikan 21 Adakan Seminar Merdeka Belajar Era New Normal Covid-19

 

Tujuh SEAMEO Centre di Indonesia menyelenggarakan kegiatan “SEAMEO Outlook Pendidikan 21” Merdeka Belajar Era New Normal Covid-19” yang bertujuan untuk mempromosikan langkah nyata SEAMEO dan 7 SEAMEO Centres Indonesia dalam menciptakan metode pembelajaran strategis dan inovatif yang mendukukng program Merdeka Belajar di Era New Normal, khususnya bagi kalangan milenial.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Rektor IPB sebagai anggota Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP, Direktur dari 7 SEAMEO Centres Indonesia sebagai narasumber dan dihadiri oleh 1.000 peserta secara daring dan 5.000 peserta melalui live streaming melalui media Youtube.

Kegiatan SEAMEO Outlook Pendidikan 21 diselenggarakan untuk memberikan pandangan mengenai arahan sinergi yang dapat dilakukan oleh 7 SEAMEO Centre di Indonesia dalam mendukung kedua program tersebut bersama sekolah, mitra kerja sama, perguruan tinggi, pemangku kebijakan dan stakeholder lainnya.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sekaligus Ketua Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Arif Satria, menyampaikan perlu adanya perubahan pola pikir, growth mindset harus lebih dari fixed mindset.

“Kita berharap guru dan dosen yang hebat adalah yang menggerakan siswa untuk terus berpikir mengarah pada kemajuan”, tegasnya.

Sementara itu, mewakili 7 SEAMEO Centres di Indonesia, Dr. Zulhamsyah Imran (Direktur SEAMEO BIOTROP) menyampaikan bahwa tujuh SEAMEO Centres di Indonesia memiliki keunikan masing-masing.

Dalam rangka merespon kebijakan KEMENDIKBUD tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, Regional Centres di Indonesia telah melakukan berbagai kajian dan menerapkan model pembelajaran untuk membentuk peserta didik menjadi unggul dan berkarakter Pancasila. Hal yang sama juga dilakukan terhadap para pengajar, guru dan dosen menuju guru dan dosen penggerak.

“Dalam pengembangan model pembelajaran ini tentunya ketujuh Regional Centres di Indonesia sudah melakukan perubahan pendekatan dari model teaching base menjadi student centers, artinya pelajar dan mahasiswalah yang menjadi pusat perhatian dan berperan lebih aktif serta guru dan dosen yang lebih berperan sebagai fasilitator dan mediator. Namun demikian fungsi guru dan dosen sebagai pendidik tetap menjadi perhatian utama dari ketujuh Regional Centres”, ungkapnya.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, KEMENDIKBUD, Ir, Hendarman yang hadir sebagai pembicara utama menyampaikan bahwa pemerintah telah mencanangkan 7 episode Transformasi Pendidikan Indoensia yang dapat menjadi rujukan dalam program Merdeka Belajar.

Beliau menambahkan, merdeka Belajar tidak terhenti karena tekanan pandemi COVID-19. Untuk itu Kemendikbud telah menetapkan beberapa strategi dalam Merdeka Belajar. Pertama Memperkuat para instruktur/pengajar program pendidikan guru, melalui program pengembangan guru/tenaga pendidik.

Kedua Konektivitas digital, dengan meningkatkan literasi digital guru dan siswa dan mengembangkan “next generation school spaces

Ketiga Mewujudkan kolaborasi antara peneliti kelas dunia dengan peneliti lokal dengan menjadi “penghulu” mmenggunakan jejaring yang dimiliki

Ke empat memberikan kesempatan pihak swasta untuk memberikan pelatihan bersertifikat bagi guru dengan melibatkan sosok-sosok yang memiliki pengalaman industri untuk mengisi webinar

“Dan yang terakhir mendukung program hak 3 semester diluar kampus melalui program training, magang, dan riset di setiap Centre dengan membantu membangun sinergi antara Centre dan menyiapkan SDM masa yang akan datang.

(adi/pojokbogor)


Sumber: SEAMEO Outlook Pendidikan 21 Adakan Seminar Merdeka Belajar Era New Normal Covid-19  - PojokBogor.com (pojoksatu.id)

Post a Comment

0 Comments