'Misteri' Penurunan Kasus Covid-19 India, Apa yang Terjadi?

 

Foto: Vaksinasi covid-19 di India (AP/Mahesh Kumar A)

Memiliki populasi hingga 1,3 miliar jiwa, kasus infeksi Covid-19 di India berada di peringkat kedua dunia - lebih dari 10,8 juta kasus. Namun, kasus baru dan angka kematian telah turun tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Pada minggu ini, kasus penularan harian tercatat menjadi yang terendah dalam delapan bulan terakhir. Sementara itu, angka kematian turun di bawah 100 atau menjadi yang terendah sejak Mei.

AFP lantas melihat bagaimana raksasa Asia Selatan itu mengatasi pandemi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu (7/2/2021).

Data resmi Covid-19 di India

India melaporkan kasus Covid-19 pertama pada 30 Januari 2020, dan kematian pertama atas kasus tersebut terjadi pada pertengahan Mei. Jumlah kasus harian memuncak hingga lebih dari 97.000 orang pada September, dengan rata-rata kasus 1.000 per hari pada bulan tersebut.

Angka kematian kemudian mulai menurun. Pada Selasa lalu, hanya 94 orang dinyatakan meninggal dari total 8.635 kasus baru. Saat ini, India memiliki rasio fatalitas kasus terendah di antara 20 negara yang paling terdampak pandemi.

Berapa banyak masyarakat yang benar-benar terinfeksi?

Sejumlah ahli mengatakan populasi masyarakat India yang terinfeksi mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang dipublikasikan. Pernyataan ini didukung berbagai survei yang dilakukan negara bagian.

Sebuah survei pada periode Desember-Januari di daerah perkotaan dan pedesaan menunjukkan sekitar 21,5% atau hampir 280 juta orang memiliki antibodi Covid-19.

Sementara itu, di New Delhi, salah satu kota yang parah terpapar Covid-19, telah ditemukan setengah dari 28.000 sampel yang telah mengembangkan antibodi Covid-19. Bagaimana pandemi bisa ditangani?

Para ahli telah memperingatkan virus Covid-19 akan mendatangkan malapetaka di kota pandat penduduk di India. Ada juga kekhawatiran fasilitas kesehatan serta kekurangan dana tidak akan mampu menahan gempuran virus.

Pemerintah berusaha untuk menghentikan lebih awal penyebaran virus dengan menyetop penerbangan internasional dan memberlakukan lockdown secara besar-besaran pada Maret. Penggunaan masker pun diwajibkan bagi seluruh warga negara.

Pembatasan kemudian dikurangi secara bertahap pada Juni, karena pemerintah berusaha untuk meningkatkan perekonomian yang terdampak pandemi. Masyarakat India menjadi lebih santai, di mana ratusan orang berkumpul saat festival Hindu di Kumbh Mela, Januari lalu.

Selain itu, puluhan ribu petani pun mengambil bagian dalam protes massal di Delhi sejak November untuk melawan Undang-Undang Pertanian yang baru saja disahkan pemerintah.

Para dokter di negara bagian Gujarat, Uttar Pradesh, Andhra Pradesh, dan kota besar di Delhi dan Mumbai mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah melihat penurunan kasus yang signifikkan di sejumlah rumah sakit.

Di Delhi misalnya, pemerintah mengatakan 90% tempat tidur khusus penderita Covid-19 tidak digunakan. "Sebelumnya ada daftar tunggu yang besar. Sekarang hampir 40-50% pasien ada di sini," kata Devan Juneva, seorang dokter yang ditemui AFP di Rumah Sakit Max Smart Super Speciality pada Juni.

"Kami sekarang perlahan kembali ke keadaan normal dalam hal menawarkan layanan kami di rumah sakit, yang sampai sekarang, hampir lumpuh karena tekanan kasus Covid-19," kata Sudhir Singh, Juru Bicara di King George Medical University. Herd Immunity?

Para ahli mengatakan bahwa tanpa data yang meyakinkan, tidak mungkin angka penyebaran Covid-19 di India turun drastis. Ada pandangan yang beragam terkait hal tersebut.

"Pemahaman saya, ada cukup banyak orang di India yang telah terpapar virus. Dan mungkin itulah sebabnya jumlahnya menurun," kata Ahl Virus Shahid Jameel kepada AFP.

"Tapi dengan tidak adanya jumlah yang real, sangat sulit untuk mengatakannya," katanya.

Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia Poonam Khetrapal Singh lantas memuji pemakaian masker, hingga kebersihan di India dengan mengatakan masker telah terbukti efektif dalam mengurangi penularan.

Namun, dia menambahkan, "India adalah negara yang luas dan beragam dan sulit untuk menghubungkan penurunan kasus dengan herd immunity."

India sendiri dengan cepat meluncurkan program vaksinasi dengan tujuan ambisius yakni menginokulasi 300 juta orang pada Juli mendatang. Risiko gelombang selanjutnya?

Sebuah penelitian yang diterbitkan The Lancet pada minggu lalu mencatat munculnya gelombang selanjutnya di kota yang terpukul paling parah di Brasil, kendati prevalensi masyarakat di wilayah tersebut memiliki antibodi Covid-19.

Para ahli mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan India tidak boleh lengah.

"Kami tidak bisa membiarkan penjagaan kami menurun," kata Singh.

"Semakin lama kita membiarkan virus menyebar ke mana saja, semakin tinggi risiko variannya. Risiko ini nyata secara global," jelasnya. 


Sumber: 'Misteri' Penurunan Kasus Covid-19 India, Apa yang Terjadi? - Halaman 2 (cnbcindonesia.com)



Post a Comment

0 Comments