Kementerian PUPR Sasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Eko D Heripoerwanto menyebut bahwa sektor properti menjadi sektor yang bisa diandalkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sektor properti selalu dianggap menjadi leading sektor baik pada saat ini maupun masa akan datang. Maksudnya saat ini adalah masa pandemi covid-19, dan masa yang akan datang di mana new normal benar-benar berjalan," kata Eko dalam diskusi virtual terkait Proyeksi Arah Properti 2021, Rabu (24/2).

Dia menyebut, sektor perumahan atau properti sebagai salah satu sektor yang penting karena mampu menarik dan mendorong kegiatan di berbagai sektor ekonomi, mulai dari sektor jasa, bahan bangunan, hingga mempengaruhi sektor keuangan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta lapangan pekerjaan. Namun demikian, sektor perumahan ini cukup terdampak pandemi Covid-19.

"Begitu pula saat pandemi Covid-19 salah satu sektor yang terdampak adalah sektor perumahan," katanya.

Maka, fokus Kementerian PUPR saat ini adalah memberikan kemudahan dan pembiayaan perumahan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sebab, para pengembang ketika mengadakan pameran, mereka hanya menyasar masyarakat golongan menengah ke atas.

"Biasanya kalau untuk masyarakat berpenghasilan rendah para pengembang tidak memerlukan forum untuk melakukan pameran baik secara fisik maupun virtual, karena demand dari masyarakat berpenghasilan rendah ini cukup tinggi, jauh lebih besar dari pada supply nya," kata Eko.

Dengan demikian Kementerian PUPR terus berupaya mempercepat penyelenggaraan perumahan dan Kawasan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut.

Di mana hal itu sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) yakni melonggarkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) 100 persen untuk kredit properti. Itu berarti, seluruh dana untuk mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) ditanggung 100 persen oleh bank, alias tak perlu membayar uang muka atau down payment (DP) 0 persen. 


Sumber: Kementerian PUPR Sasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah | merdeka.com

Post a Comment

0 Comments