Gawat! Masyarakat Mulai Lupa Protokol Kesehatan, PHBS, dan Nilai Budaya!

Gambar 1. Penyambutan Mahasiswa KKN kelurahan Kramas

Pada awal tahun 2021 dengan situasi pandemi yang masih berlangsung, Universitas Diponegoro kembali mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan konsep pengabdian di domisili masing-masing mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun dan menjalankan program yang sesuai dengan keadaan serta kebutuhan di daerah masing-masing.

Kenaikan kasus positif COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia memaksa pemerintah untuk kembali menarik rem darurat penanganan pandemi dengan mengadakan PPKM di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Seperti daerah lain di Pulau Jawa, domisili tempat tinggal penulis yaitu Kelurahan Kramas juga menghadapi permasalahan yang sama.

Situasi ini mengindikasikan masih banyaknya masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol pencegahan COVID-19, Padahal Satgas COVID-19 Nasional kerap menyatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat untuk patuh terhadap protokol adalah kunci penting dalam menekan peningkatan kasus COVID-19.

Karena hal ini juga program yang dijalankan penulis lebih banyak dilakukan secara daring, yaitu melakukan sosialisasi secara berkelanjutan dan juga melakukan Penanaman Nilai dan Karakteristik Budaya Indonesia Serta Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Anak Usia Dini di Era “New Normal” Melalui Daring. 

Kedua program tersebut berdasar dari masalah atau keresahan masyarakat yang penulis amati. Sedangkan program kedua berangkat dari keresahan penulis yaitu ” Penanaman Nilai dan Karakteristik Budaya Indonesia Serta Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Anak Usia Dini di Era “New Normal” Melalui Daring”. 

Hal ini sejalan dengan misi yang dibawa oleh mahasiswa KKN yaitu program ini merupakan program yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) yang memasuki sektor Quality Education (pendidikan berkualitas). Pada masa yang serba digital ini, arus globalisasi semakin kuat sehingga terjadi pergeseran nilai dan juga banyak ditinggalkannya seni budaya Indonesia asli. 

Alasan dibuatnya program ini adalah untuk menanamkan kembali pengetahuan dan rasa cinta akan kebudayaan Indonesia yang beragam, serta selain itu dimasa pandemic ini kita hidup dengan kebiasaan-kebiasaan baru, oleh karenanya penulis menyatukan antara penanaman rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia sekaligus menanamkan kebiasaan baru yang disebut adaptasi kebiasaan baru.

Program kedua ini dikemas dengan serangkaian acara Lomba mewarnai. Lomba mewarnai untuk menarik peserta edukasi yang dijalankan, karena target pada program kedua ini adalah anak usia dini. Program ini dilakukan pada Sabtu, 30 Januari 2021 serta dilakukan secara daring dengan platform Google-meets. Pada hari pelaksanaan, Edukasi dan lomba ini diikuti oleh 15 peserta. 

Edukasi disampaikan disela sela peserta lomba mewarnai berlangsung, mulai dari adaptasi kebiasaan baru, dan diikuti dengan edukasi penanaman nilai budaya Indonesia. Dengan berlangsungnya program ini penulis berharap bahwa ilmu yang diberikan akan memberikan kegunaan bagi para peserta dalam menjalani hari-hari kedepannya. 

Harapan penulis dengan adanya program ini, para peserta dapat memberi contoh tentang rasa bangga, nasionalisme serta sikap adaptasi kebiasaan baru terhadap orang disekitarnya. Selain melaksanakan kedua program kerja tersebut penulis juga turut mengikuti giat PPKM di Kelurahan Kramas serta membuat poster imbauan beribadah secara aman untuk kemudian dibagikan kepada beberapa masjid dan mushola di Kelurahan Kramas.

Penulis: Dimas Alfyansyah/13040217140010/Fakultas Ilmu Budaya/ Antropologi Sosial

Dosen Pendamping Lapangan: Muhammad Zulfa Alfaruqy, S.Psi., M.A


Sumber: Gawat! Masyarakat Mulai Lupa Protokol Kesehatan, PHBS, dan Nilai Budaya! - kumparan.com

Post a Comment

0 Comments