Bobocabin Tawarkan Pengalaman Berkemah dengan Teknologi IoT

Bobocabin tawarkan pengalaman berkemah dengan teknologi IoT. - istimewa

Bagi Anda yang ingin menikmati pengalaman baru dalam berkemah di era new normal saat ini, Bobocabin, produk akomodasi dari Bobobox telah menyiapkan konsep elevated camping yang memadukan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dengan keindahan alam saat berkemah.

Pada tahap awal, Bobocabin telah membuka dua kabin di Bandung yaitu Rancaupas dan Cikole dengan memanfaatkan lahan milik Perhutani. Perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak telah dilakukan pada Desember tahun lalu.

Dari segi desain, Bobocabin dirancang dengan mengadopsi desain modular yang futuristik berkapasitas dua orang dewasa dan satu anak-anak dengan tetap memperhatikan physical distancing. Dengan begitu, para pengunjung tetap mendapatkan nuansa beristirahat dan berpetualang secara personal meski berada di lingkungan alam terbuka. 

Setiap kabin juga dibangun dengan memperhatikan jarak yang cukup antar bangunan. Selain untuk mendukung privasi dan kenyamanan pengunjung, juga untuk memastikan protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik. Menariknya lagi, Bobocabin juga menawarkan contactless experience dengan dukungan teknologi IoT. 

Salah satunya dengan memanfaatkan fitur QR code saat membuka pintu. Teknologi IoT juga digunakan untuk mengontrol fitur-fitur yang ada di dalamnya seperti smart glass window, lampu, serta Bluetooth Audio Speaker yang bisa dikendalikan langsung dari ponsel pengunjung.

Pada era new normal ini, Bobocabin juga sangat memperhatikan area umum seperti lobi dan toilet yang dibersihkan setiap jam, dengan penerapan 3M secara disiplin. Penyediaan hand sanitizer di tempat-tempat seperti lobi, toilet, dan kabin juga tidak lupa diterapkan. 

Bobocabin dilengkapi dengan fasilitas resepsionis 24 jam, barbeque dan api unggun. Para pengunjung juga dapat mengeksplorasi atraksi lain yang terdapat di area sekitarnya. Untuk menikmati pengalaman unik tersebut, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp450.000 hingga Rp550.000 per malam.

CEO dan Co-Founder Bobobox Indra Gunawan mengatakan dengan inovasi yang ditawarkan oleh Bobocabin tersebut pihaknya berharap dapat turut serta berkolaborasi dalam memulihkan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi.

“Kami juga ingin tetap menjadi solusi beristirahat andalan bagi masyarakat dengan menawarkan sebuah cara baru untuk menikmati waktu luang, yaitu dengan menyatukan diri dengan alam namun tetap dengan cara yang aman dengan dukungan desain dan teknologi andalan,” ujarnya. 

Indra mengatakan pada tahap awal ini pihaknya memanfaatkan lahan seluas masing-masing 1,26 Ha di Wana Wisata Ranca Upas, Bandung Selatan, dan 1 Ha di Green Grass Cikole, Bandung Utara, yang selama ini dikelola Perhutani.

“Kami akan melakukan utilisasi terhadap lahan di kedua kawasan tersebut dengan rincian 100 - 300 m2 untuk bangunan Bobocabin, 50 - 100 m2 untuk fasilitas toilet, dan 200 - 500 m2 untuk area fasilitas penunjang lainnya,” tuturnya.

Bobocabin sendiri merupakan produk ketiga yang sudah diluncurkan oleh Bobobox sejak awal berdirinya di tahun 2017. Produk pertama dan sekaligus produk flagship Bobobox adalah hotel kapsul, kemudian disusul dengan produk akomodasi co-living (Boboliving) yang diluncurkan bulan Desember tahun lalu. 


Sumber: Bobocabin Tawarkan Pengalaman Berkemah dengan Teknologi IoT - Traveling Bisnis.com

Post a Comment

0 Comments