BI: Kebutuhan Pembiayaan April 2021 Bakal Naik

ILUSTRASI. Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kebutuhan pembiayaan tiga bulan yang akan datang atau pada April 2021 bakal meningkat.

“Ini terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 27,1% atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencatat SBT 17,1%,” tulis BI dalam laporan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan, Jumat (19/2). 

Peningkatan perkiraan kebutuhan pembiayaan terbesar terutama disampaikan responden dari sektor Pertambangan dan Penggalian dengan SBT 4,6%, atau naik dari bulan sebelumnya yang minus 1,0%.

Kemudian disusul dengan responden dari sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan dengan SBT 4,1% atau naik dari bulan Desember 2020 yang sebesar 1,0%. Lalu ada sektor Informasi dan Komunikasi yang mencatat SBT 1,9%, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0% dan sektor Real Estat dengan SBT 1,2%, naik dari 0,4% dari bluan sebelumnya.

Sebagian besar responden atau 66,7% menjawab, bahwa kebutuhan pembiayaan teurtama dipenuhi dari dana sendiri. Sementara 25% menyatakan kebutuhan pembiayaan dipenuhi dari pinjaman perbankan dalam negeri.

Kemudian, 12,9% responden memenuhi kebutuhan pembiayaan dari pinjaman atau utang dari perusahaan induk, dan sebanyak 12,9% memanfaatkan fasilitas kelonggaran tarik yang masih dimiliki.

Pembiayaan tersebut digunakan oleh responden untuk mendukung aktivitas operasional, mendukung pemulihan permintaan domestik pasca penerapan new normal, membayar kewajiban jatuh tempo, dan mendukung aktivitas investasi.


Sumber: BI: Kebutuhan pembiayaan April 2021 bakal naik (kontan.co.id)


 

Post a Comment

0 Comments