Beradaptasi dengan New Normal Selama Pandemi

Covid-19 adalah penyakit yang menjadi pandemi di seluruh dunia. Covid-19 adalah penyakit paling menular ketika orang yang terinfeksi memiliki gejala, meskipun penyebaran dapat terjadi sebelum gejala muncul. Gejala umum berupa demam, batuk, dan sesak napas. 

Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut yang parah. Virus ini merupakan virus yang sangat  berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Kasus penularan Covid-19 sudah menjadi sangat serius dan menuntut kita untuk memulai kebiasaan hidup baru, agar kita bisa terus melakukan aktivitas dan tetap produktif di tengah pandemi yang ada saat ini. 

Karena itu, pemerintah menerapkan normal baru. New normal merupakan adaptasi dari tingkah laku atau gaya hidup baru yang harus dilakukan agar dapat terus dapat melakukan aktivitas normal saat terjadi pandemi.

Menurut Rahminingrum selaku Kepala Dinas Kota Kendari, “New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal namun dengan menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat saat terjadi pandemi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid- 19 “.

Menko PMK Muhadjir pun memaparkan arti kata normal baru di tengah merebaknya virus corona. Menurutnya, salah satu makna new normal adalah mengedepankan tata tertib kesehatan saat melakukan berbagai aktivitas di luar rumah. 

Menurut Muhadjir, normal baru itu akan sangat berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan sebelum wabah korona. Misalnya, Anda harus terbiasa memakai masker di mana pun, Anda harus menjaga jarak dan rutin mencuci tangan. Kebiasaan tersebut akan dilakukan dalam keadaan normal baru atau pada saat PSBB mulai dilonggarkan.

Bagaimana Anda beradaptasi dengan normal baru? Yakni dengan menerapkan pola hidup sehat yang merupakan prinsip utama dari normal baru itu sendiri. Apakah gaya hidup sehat itu? Gaya hidup sehat yaitu disiplin hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Adaptasi baru yang dimaksud adalah:

•Sering cuci tangan pakai sabun

•Gunakan masker

•Jaga jarak

•Istirahat yang cukup

•Olahraga teratur

•Makan makanan bergizi seimbang 

Penerapan New Normal juga berlaku untuk berbagai bidang industri. Protokol pencegahan yang diterapkan ke semua tempat kerja seperti kantor, industri, sektor jasa dan perdagangan sedang dalam implementasi. 

Lantas bagaimana penerapan New Normal di berbagai sektor industri khususnya di perkantoran? Aplikasinya adalah untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh kantor itu sendiri. Penerapan normal baru di sektor industri, terutama di perkantoran, antara lain:

•Menjamin kebersihan tangan

•Menjamin kebersihan pernapasan, baik itu penggunaan masker, etika batuk, dan bersin.

•Pastikan pemeliharaan jarak fisik

•Pastikan pengurangan dan pengelolaan perjalanan resmi

•Pastikan pembersihan dan desinfeksi lingkungan kerja secara teratur

•Kurangi aktivitas kerja yang dapat menimbulkan keramaian.

•Menerapkan Work From Home bagi karyawan dengan risiko eksposur tinggi.

•Selalu konsisten dalam menerapkan kebijakan Normal Baru.

Diharapkan penerapan New Normal dapat dilaksanakan secara merata oleh setiap masyarakat. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Adaptasi kebiasaan baru yang sehat selama pandemi ini menjadi kepentingan kita bersama. Jadi, sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita bekerja sama untuk mengurangi beban tenaga medis.

Melalui penerapan normal baru ini, kita harus yakin bahwa Covid-19 akan berakhir. Maka selama pandemi ini, kita tidak boleh meremehkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Ini semua untuk keamanan dan kepentingan kita bersama. Beradaptasi dengan New Normal Selama Pandemi. 


Sumber: Beradaptasi dengan New Normal Selama Pandemi – Sultrademo.co

Post a Comment

0 Comments