Terapkan New Normal, BKP Kementan Adakan Test Swab Setiap 2 Minggu Sekali

KONTAN/Fransiskus Simbolon

Pandemi virus SARS Cov2 atau Covid-19 membawa perubahan pola kebiasaan masyarakat, diantaranya dalam lingkungan kerja. Kepala Bidang Harga Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi menuturkan, terkait new normal di lingkungan BKP Kementan peraturan disesuaikan dengan edaran Sekjen Kementan menindaklanjuti edaran Kementerian PANRB maupun Gubernur DKI Jakarta.

"Sesuai peraturan jika hanya diijinkan 25% staf yang work from office (WFO), kami membuatkan jadwal untuk staf kami. Staf di bidang kami ada 18 orang, sehingga setiap hari dijadwalkan hanya maksimal 5 orang yang ada di ruangan kantor," kata Inti kepada Kontanc.co.id pada Minggu (10/1).

Adapun untuk pertemuan evaluasi kegiatan dengan Provinsi tetap dilakukan secara rutin melalui daring. Kunjungan lapangan ditekankan hanya dilakukan jika ditemukan hal yang mendesak dengan mengutamakan protokol kesehatan (prokes).

"Dan pegawai yang ditugaskan adalah staf yang kompeten dan mampu menyelesaikan permasalahan di lapangan," jelasnya.

Selain itu, Inti menambahkan, BKP juga rutin melaksanakan test swab kepada seluruh pegawainya setiap 2 minggu. Khusus bagi staf yang akan melakukan perjalanan dinas, diprioritaskan untuk diberikan test swab sebelum berangkat dan setelah kembali dari lapangan.

Kemudian pelaksanaan prokes di kantor sendiri, Inti menjelaskan diawali dengan pengecekan suhu oleh satpam di pintu masuk lobby. BKP juga menyediakan wastafel untuk mencuci tangan, serta bilik disinfektan untuk pegawai. "Di pintu lift disediakan hand sanitizer. Lift hanya bisa diisi maksimal 4 orang di dalamnya," kata Inti.

Hingga saat ini semua tamu tanpa kecuali yang datang ke BKP diwajibkan membawa surat keterangan non reaktif rapid test ataupun negatif swab test. Khusus untuk kegiatan rutin, BKP Kementan mengubah pertemuan rapat-rapat yang biasanya tatap muka menjadi pertemuan daring. Pun demikian untuk rapat staf intern seperti evaluasi kegiatan di bidang, kami juga dilaksanakan secara daring.

"Karena prinsipnya WFH adalah bekerja dari rumah, setiap staf diwajibkan untuk on call atau harus stand by pada saat dihubungi terkait pekerjaan. Absensi kehadiran WFH, sebelum jam 07.00 pagi staf yang WFH harus mengisi e-absensi pegawai dengan foto open camera yang dapat dideteksi koordinat lokasi pegawai, diwajibkan berada di rumah masing-masing. Setelah jam 16.00 - 19.00 adalah absensi untuk pulang kerja dengan mengisi e-absensi dan foto open camera," jelas Inti.

Selama WFH terdapat kebijakan baru dimana pengisian kegiatan harian, setiap pegawai wajib mengisi pekerjaan dan output pada hari tersebut dalam e-kinerja. Nantinya e-kinerja tersebut setiap hari akan dinilai oleh pimpinan masing-masing.

"Dalam pelaksanaan pekerjaan, tidak boleh ada penurunan kinerja dari seluruh staf meskipun kondisi pandemi saat ini.Arahan Menteri Pertanian, kegiatan di lapangan untuk pengawalan peningkatan produksi, stabilisasi pasokan dan harga harus tetap berjalan, jika diperlukan turun ke lapangan dengan prokes yang ketat," ujar Inti.

Sumber: Terapkan new normal, BKP Kementan adakan test swab setiap 2 minggu sekali (kontan.co.id)

Post a Comment

0 Comments