Tanda-tanda COVID-19 Dapat Dilihat di Kuku dan Daun Telinga

Virus corona atau covid-19
Dengan timbulnya virus corona atau COVID-19, orang telah mengalami komplikasi medis dan masalah kesehatan yang tak terhitung banyaknya yang juga memengaruhi kesehatan mental mereka. 

Dari mengalami gejala ringan hingga berat, banyak yang bahkan mengeluhkan efek jangka panjang bagi kesehatan mereka. Meski begitu, seseorang harus tetap waspada dan waspada terhadap semua tanda yang mengindikasikan COVID-19.

Belakangan ini, diyakini bahwa COVID-19 juga dapat terlihat melalui kuku dan daun telinga Anda. Meskipun mengejutkan, ini mungkin karena hubungan antara virus mematikan dan kadar oksigen dalam darah.

Seperti diketahui, novel coronavirus berpotensi menyebabkan kadar oksigen darah berfluktuasi pada tingkat yang mengganggu. Dilansir dari Times of India, COVID-19 masuk ke tubuh melalui sistem pernapasan, menyebabkan cedera langsung ke paru-paru seseorang melalui peradangan. 

Ini dapat memengaruhi efisiensi transfer oksigen ke aliran darah. Meskipun demikian, gangguan oksigen dapat terjadi pada berbagai tingkat COVID-19, dan tidak hanya untuk pasien sakit kritis yang menggunakan ventilator.

Namun, tidak setiap pasien COVID mengalami kadar oksigen yang rendah. Beberapa hanya mengembangkan gejala umum COVID-19. Konon, dengan bantuan oksimeter denyut, seseorang dapat menentukan tingkat oksigen dalam tubuh seseorang.

Kuku dan daun telinga dapat memberikan wawasan tentang kadar oksigen darah Anda, yang juga dapat menunjukkan apakah Anda menderita COVID-19 atau tidak.

Menurut aplikasi studi gejala, Anda dapat memeriksa kadar oksigen menggunakan oksimeter denyut yang merupakan proses mudah yang menyinari daun telinga atau kuku, menentukan kisaran kadar oksigen dalam tubuh. 

Namun, penting bagi Anda untuk menghilangkan semua cat kuku, kotoran atau kuku palsu saat menggunakan oksimeter, karena dapat mengganggu prosesnya.

Tanda-tanda umum terjangkit COVID-19

Sejak berita tentang virus corona baru merebak di dunia, orang-orang mengalami gejala yang berbeda dan bervariasi. Meskipun daftarnya terus bertambah dan bertambah, beberapa gejala yang paling umum tetap sama. Berikut ini adalah beberapa gejala COVID-19 yang paling klasik.

- Demam

- Batuk kering

- Sakit tenggorokan

- Hidung berair dan tersumbat

- Nyeri dada dan sesak napas

- Kelelahan

- Infeksi saluran cerna.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

- Hilangnya indera penciuman dan perasa

Langkah-langkah yang harus diambil

Seperti yang disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, adalah tepat untuk mencari perhatian medis saat dan ketika gejala muncul. 

Selain itu, tindakan pencegahan yang diperlukan harus terus dilakukan. Praktikkan jarak sosial, kenakan masker, dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh, karena COVID-19 adalah penyakit yang dapat menginfeksi siapa saja dan semua orang.


Post a Comment

0 Comments