MenKes Inggris: Varian Baru Virus Corona Sulit Dikendalikan

 Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock. Foto: Reuters/Hannah Mckay
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara terkait temuan varian baru virus corona yang diberi nama VUI-202012/01. Varian baru ini ditemukan di sejumlah wilayah dan disebut dapat menular lebih cepat.

Hancock mengatakan, Pemerintah Inggris cukup kesulitan dalam menangani varian baru COVID-19. Sebab, penularan dari varian baru ini begitu cepat.

“Mengingat seberapa cepat varian baru ini menyebar, akan sangat sulit untuk mengendalikannya sampai kami meluncurkan vaksin,” kata Hancock dikutip dari Reuters, Senin (21/12).

Inggris sendiri saat ini terus mengembangkan vaksin AstraZeneca. Terbaru, berdasarkan hasil uji coba di Brasil dan Inggris, AstraZeneca menyatakan vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford itu 90 persen aktif mencegah virus corona, tanpa adanya efek samping.

Lebih lanjut, Hancock mengatakan langkah yang diperlukan saat ini adalah terus menerapkan pembatasan secara ketat.

"Kami benar-benar perlu mengendalikan ini. Jalan kami masih panjang untuk menyelesaikan masalah ini, pada dasarnya kami harus meluncurkan vaksin itu agar orang-orang tetap aman,” ucap Hancock.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memberlakukan lockdown ketat di London dan Inggris bagian tenggara demi menekan penularan virus corona.

Berdasarkan data ilmiah, varian baru virus corona dapat menyebar secara signifikan. Diduga varian baru itu yang menyebabkan penularan COVID-19 di Inggris meningkat.

Bahkan pada Minggu (20/12), jumlah kasus harian COVID-19 di Inggris melonjak mencapai 35.928 orang dalam 24 jam. Jumlah itu merupakan penambahan harian tertinggi sejak awal pandemi melanda Inggris.

Post a Comment

0 Comments