Umrah Perdana New Normal, Angin Segar Bagi Industri Travel

 

Swafoto Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua Ardiansyah Arsyad (kanan) bersama Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali (kiri) saat dikarantina di Hotel Hilton Suite, Kota Mekah.

MAKASSAR - Keberangkatan perdana umrah new normal pada 1 November 2020 kemarin menjadi angin segar bagi industri travel tanah air.

Tak hanya menggeliatkan kembali industri travel yang merayap sejak akhir Februari lalu akibat pandemi, dibukanya kembali pelaksanaan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi akan mengobati kerinduan masyarakat Indonesia, terkhusus Sulawesi Selatan pada Baitullah.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Ardiansyah Arsyad bersama Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali ikut pada pemberangkatan perdana umrah new normal ini.

"Alhamdulillah keberangkatan perdana umrah new normal 1 November ini menjadi angin segar untuk industri travel umrah khususnya masyarakat Sulawesi Selatan setelah 8 bulan non aktif," kata Ketua AMPHURI Sulampua saat dihubungi Jurnalis Tribun Timur, Senin (2/11/2020) malam.

Ardi sapaan akrabnya mengatakan, keberangkatan perdana 1 November kemarin memang didominasi para pengelola travel umrah dan pengurus Asosiasi, untuk melihat langsung proses penyelenggaraan dan penerapan umrah di era kebiasaan baru ini.

"Tugas kami kemudian akan memberikan kontribusi dalam bentuk informasi tahap demi tahap perjalanan kali ini untuk seluruh masyarakat," ujar Ardi yang saat ini bersama rombongan masih dikarantina di Hotel Hilton Suite, Kota Mekah.

Menurutnya, Pemerintah Saudi terlihat sangat menyambut baik kedatangan peserta umrah new normal ini.

"Ini awal yang baik untuk industri travel juga jemaah yang sempat tertunda maupun calon jemaah yang kemarin-kemarin masih ragu untuk mendaftar," tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris AMPHURI Sulampua Andi Candrawali mengaku senang sekaligus terharu bisa kembali melakukan perjalanan ibadah umrah meskipun dengan protokol Covid-19 serta phsycal distancing yang sangat ketat.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah yang akan datang dan ingin melaksanakan ibadah umrah dengan proses karantina, administrasi yang cukup panjang disertai dengan kondisi-kondisi yang mengharuskan mengikuti peraturan pemerintah Arab Saudi," katanya.

Ia melanjutkan, umrah new normal ini mengakibatkan biaya membengkak 40 hingga 50 persen dibanding musim normal.

"Inilah konsekuensi yang harus dihadapi. Akan tetapi kupikir ini tidak menjadi penghalang bagi kami juga masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci ini," ujarnya.

Ke depannya, AMPHURI Sulampua akan gencar mengedukasi masyarakat terkait umrah new normal ini. (*)


sumber: https://makassar.tribunnews.com/2020/11/03/umrah-perdana-new-normal-angin-segar-bagi-industri-travel

Ayo Ikuti Event Online Bersama APTIKNAS. silahkan Cek di Eventcerdas.com

poster_TREN2021%2BSMARTCITY%2BDI%2BTENGAH%2BPANDEMI


Post a Comment

0 Comments