New Normal Ternyata Bikin Kantong Pengusaha Makin Bengkak

15c07175-8c28-4ade-8093-c76309d38288_169
Foto: Ketua KADIN Rosan P Roeslani di acara APINDO bersama KADIN dan HIPMI menggelar acara Business Gathering bertema "Outlook Perekonomian dan Fiscal Policy 2020". (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani mengingatkan pentingnya ketepatan waktu penerapan skenario new normal. Dia juga meminta pemerintah untuk selalu melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan yang akan diterapkan.

"Banyak provinsi dan kabupaten/kota beda-beda statusnya. Ada provinsi atau kabupaten/kota yang memang sudah siap tapi ada juga yang butuh waktu lebih panjang untuk memasuki new normal. Yang lebih penting kami melihatnya adalah evaluasi dari kebijakan ini. Misalnya nanti dibuka, satu dua minggu dievaluasi dulu secara menyeluruh, dilakukan penyempurnaan sehingga apakah new normal perlu diperlebar lagi," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/5/20).

Sejauh ini, dia mengaku pengusaha sudah diberikan sosialisasi. Dalam hal ini, dia bilang pemerintah juga menggali sejumlah masukan dari para pengusaha. Bagi pengusaha, sosialisasi ini juga menjadi penting dalam rangka persiapan memasuki new normal.

"Pada saat pembukaan new normal, dari dunia usaha kan harus melakukan adaptasi, inovasi, dan berkreativitas. Bisnis akan berjalan tidak seperti sebelum Covid-19 karena harus ada penyesuaian-penyesuaian, seperti physical distancing, kita harus pakai masker, rajin cuci tangan, hand-sanitizer, hal hal itu harus diterapkan penuh dan total oleh dunia usaha," katanya.

Menurutnya, setiap industri juga memiliki karakteristik berbeda. Dengan demikian, dia menyarankan agar pemerintah juga memperhatikan kebijakan turunan mengenai protokol kesehatan di masing-masing industri.

"Memang ini akan menimbulkan cost baru kepada dunia usaha. Memang itu yang kita lakukan ke depan, kita harus terbiasa, karena kan sekarang ada pembatasan. Restoran yang tadinya menampung 100 mungkin jadi 40-50 orang, begitu juga pesawat 50% dari seating kapasitas. Ada penyesuaian yang ujungnya ada cost-cost tambahan. Itu juga yang harus kita lihat," katanya.

Di sisi lain, menurutnya para pengusaha juga harus lebih jeli melihat peluang. Dikatakan, pengusaha harus selalu berpikiran positif karena harus bisa adaptasi dengan cepat dan tepat, karena dia juga menyadari bahwa new normal mengharuskan semuanya hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Kita boleh hope for the best, tapi prepare for the worst. Kita selalu menjaga itu, tetapi karena faktor ketidakpastian tinggi karena Corona, maka kita melihat ini prosesnya recovery ini masih cukup panjang," katanya.

Ia menambahkan, pentingnya inovasi juga bakal mendorong percepatan revolusi industri 4.0. Baginya, memanfaatkan teknologi di era pandemi adalah hal mutlak jika ingin berkembang.

"Kita lihat banyak warung sekarang banyak terkoneksi dengan IT dalam marketingnya. Tentu dengan hal ini membuat kita harus lebih menyongsong teknologi dan juga industri revolusi 4.0 jadi lebih cepat. Sekarang disarankan semua pembayaran tak pakai uang kertas lagi tapi dengan teknologi. Ini mendorong, semua yang berhubungan dengan teknologi jadi lebih cepat," tuturnya.

sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200526193230-4-161046/new-normal-ternyata-bikin-kantong-pengusaha-makin-bengkak

Post a Comment

0 Comments